Ekonom Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Badiul Hadi menilai kelangkaan dan antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Sumatra mencerminkan perencanaan distribusi PT Pertamina (Persero) yang kurang taktis.
Menurut Badiul, kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax yang terlalu tinggi dan mendadak mendorong peralihan konsumsi ke BBM bersubsidi jenis Pertalite.
>>> Viral Aksi Pemuda Kejar Waria di Bogor, Tuai Pro Kontra di Media Sosial
Fenomena tersebut merupakan konsekuensi yang sudah dapat diprediksi dan seharusnya masuk sebagai bagian skenario mitigasi pemerintah dan Pertamina.
>>> Harga iPhone 15 Second Juli 2026 Turun, Kini Mulai Rp9 Jutaan
"Jika setelah penyesuaian harga justru terjadi kelangkaan dan antrean panjang, hal ini menunjukkan lemahnya perencanaan lintas lembaga," kata Badiul ketika dihubungi, Jumat (17/7/2026).
>>> IHSG Hari Ini: Menguat 7 Hari Beruntun, Tembus 6.175
Ia menegaskan bahwa ESDM semestinya menghitung dampak kebijakan penyesuaian harga, BPH Migas memastikan kecukupan kuota dan pengawasan distribusi, sementara Pertamina Patra Niaga menyiapkan logistik yang adaptif.
