PT Pertamina Patra Niaga buka suara terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di Medan, Sumatra Utara.
Perseroan mengakui adanya kenaikan permintaan sebesar 5–10% yang memicu gangguan pasokan.
>>> Komjak Pertanyakan Keaslian Surat Usulan Calon Jampidsus Pengganti Febrie
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan bahwa layanan penyaluran BBM di Medan dan sekitarnya kini telah kembali normal.
Peningkatan konsumsi BBM direspons dengan percepatan distribusi.
"Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, kebutuhan BBM di Medan juga mengalami kenaikan sekitar 5–10% dibandingkan rata-rata harian.
Kami segera meningkatkan kapasitas distribusi melalui penambahan armada mobil tangki, penguatan personel distribusi, serta optimalisasi operasional sehingga layanan di SPBU kini telah kembali berjalan normal," kata Kitty dalam siaran pers, Rabu (15/7/2026).
Langkah Pertamina Atasi Kelangkaan
Untuk mengatasi kelangkaan, Pertamina menambah 10 unit mobil tangki operasional dan 30 unit mobil tangki spot charter.
Selain itu, perseroan memperkuat personel distribusi dengan tambahan 34 awak mobil tangki (AMT) dari terminal BBM terdekat dan dukungan 16 personel dari Bekangdam.
>>> 7 Aplikasi Belajar Online Terbaik 2026 yang Bikin Belajar Nggak Buang Waktu
Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi. Pertamina berkomitmen menjaga pasokan BBM bersubsidi tetap lancar di wilayah Medan dan sekitarnya.

