Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali melanjutkan pembangunan sistem Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Medan dan Bandung.
Proyek ini dialokasikan anggaran sekitar Rp1,55 triliun yang berasal dari pinjaman luar negeri.
>>> Polisi Ringkus Pelaku Curanmor di Showroom Motor Tangerang
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan pilot project dari RPJMN 2020-2024 dan RPJMN 2025-2029.
Pendanaan proyek didukung oleh World Bank dan Agence Française de Développement (AFD).
Nilai pinjaman dari kedua lembaga tersebut mencapai US$263,99 juta atau setara Rp4,76 triliun berdasarkan asumsi kurs saat ini.
>>> BNI Perkuat Tata Kelola Penyaluran KUR agar Tepat Sasaran
Alokasi anggaran dilakukan secara bertahap sejak 2022 hingga 2028.
Aan menjelaskan bahwa pengembangan BRT di Medan dan Bandung menjadi salah satu fokus pemerintah untuk mengatasi kemacetan dan meningkatkan mobilitas masyarakat di kawasan perkotaan.
>>> Jaksa Agung dan Kapolri Bertemu, Bahas Sinergi Penegakan Hukum
Proyek ini merupakan bagian dari rencana pembangunan Sistem Angkutan Umum Massal Perkotaan (SAUMP) di kedua kota metropolitan tersebut.
