Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, diwarnai kepanikan.
Pihak sekolah menerima ancaman bom melalui pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal.
Pesan tersebut diterima saat upacara pembukaan MPLS berlangsung. Isinya baru diketahui setelah kegiatan selesai.
Guru Kelas V SDN Srengseng Sawah 15, Subekhi, mengatakan bahwa pihak sekolah langsung mengondisikan situasi agar tetap tenang.
Ia melapor kepada ketua RT dan Polsek.
Pihak kepolisian mengimbau agar anak-anak tetap berada di lapangan dan tidak masuk ke kelas. Seluruh peserta didik diminta menunggu kedatangan aparat.
Setelah polisi tiba, petugas memberikan penjelasan dan menenangkan para orang tua serta siswa. Tidak ada kepanikan yang meluas.
Isi pesan WhatsApp menyebutkan adanya bom di beberapa titik di lingkungan sekolah. Pesan itu dikirim kepada seorang pegawai tata usaha (TU) dan guru kelas I.
Tak lama kemudian, personel Polsek Jagakarsa, Tim Jibom Gegana Brimob, dan Densus 88 Antiteror Polri tiba di lokasi.
Mereka melakukan sterilisasi dan penyisiran di seluruh area sekolah.