unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Biaya Kuliah Naik, IFG Life Soroti Ketahanan Finansial
News

Biaya Kuliah Naik, IFG Life Soroti Ketahanan Finansial

Ilustrasi mahasiswa di perguruan tinggi
Biaya Kuliah Naik, IFG Life Soroti Ketahanan Finansial
A A Ukuran Teks16px

Kenaikan biaya kuliah kembali menjadi sorotan di tengah meningkatnya biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi.

Tantangan pendidikan kini tidak hanya soal membayar uang kuliah di awal, tetapi juga menjaga keberlangsungan finansial hingga lulus.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Statistik Penunjang Pendidikan 2024 menunjukkan rata-rata biaya pendidikan di perguruan tinggi mencapai Rp19,01 juta per tahun ajaran.

Pada kelompok masyarakat dengan pengeluaran 20 persen teratas, angkanya lebih tinggi, yakni Rp24,42 juta per tahun.

Biaya tersebut belum termasuk tempat tinggal, konsumsi, transportasi, dan kebutuhan akademik lain yang terus meningkat seiring inflasi.

Hal ini membuat banyak keluarga bertanya-tanya bagaimana menyiapkan dana pendidikan sekaligus menjaga stabilitas keuangan selama masa studi.

Perencanaan Keuangan yang Komprehensif

Direktur Bisnis Individu merangkap Pelaksana Tugas Direktur Bisnis Korporasi IFG Life, Fabiola Noralita, menilai banyak keluarga baru menyadari besarnya komitmen biaya pendidikan saat anak sudah diterima di perguruan tinggi.

Padahal, perencanaan idealnya dilakukan jauh sebelumnya.

"Ketika berbicara mengenai dana pendidikan, banyak yang masih berfokus pada berapa besar dana yang harus dikumpulkan.

Padahal, tantangan yang sebenarnya adalah memastikan tujuan tersebut tetap dapat dicapai meskipun kondisi keuangan berubah," ujar Fabiola.

Menurutnya, perencanaan keuangan komprehensif tidak hanya mencakup menabung dan investasi, tetapi juga kesiapan menghadapi risiko seperti kehilangan pekerjaan, penurunan pendapatan, atau kondisi kesehatan yang memerlukan biaya besar.

Pendidikan Membutuhkan Aset dan Perlindungan Risiko

Fabiola menjelaskan bahwa setiap tujuan finansial jangka panjang memiliki dua fondasi utama: pembentukan aset dan pengelolaan risiko.

Membangun aset dilakukan melalui menabung dan investasi konsisten sejak dini, sementara pengelolaan risiko melindungi tujuan finansial dari kondisi tak terduga.

"Literasi keuangan perlu berkembang dan bukan lagi berputar mengenai bagaimana mengelola pendapatan, menabung, atau berinvestasi. Literasi keuangan juga termasuk memahami pentingnya membangun ketahanan finansial," tambahnya.

Dalam konteks ini, perlindungan finansial melalui asuransi dinilai dapat melengkapi strategi perencanaan keuangan.

Asuransi tidak menggantikan tabungan atau investasi, tetapi membantu menjaga stabilitas keuangan saat terjadi risiko yang berdampak pada kesehatan atau penghasilan.

IFG Life, sebagai anggota Indonesia Financial Group (IFG), terus mendorong peningkatan literasi keuangan dan kesadaran akan ketahanan finansial.

Perusahaan berkomitmen menjadi mitra masyarakat dalam menjaga stabilitas keuangan dan mewujudkan tujuan hidup jangka panjang, termasuk pendidikan.

Keberhasilan menyelesaikan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan menjaga stabilitas finansial selama masa studi.

Strategi menyeluruh mulai dari menabung, berinvestasi, menyiapkan dana darurat, hingga perlindungan risiko menjadi kunci agar cita-cita pendidikan tetap tercapai.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru