Produsen elektronik asal Tiongkok, Hisense, kembali menghadirkan inovasi di pasar smartphone dengan meluncurkan Hisense A10.
Perangkat ini menawarkan konsep dual-screen yang unik, menggabungkan layar e-ink hemat daya dengan layar LCD responsif yang dapat dilepas-pasang secara magnetis.
>>> NCT 127 Resmi Perpanjang Kontrak dengan SM Entertainment
Alih-alih mengikuti tren layar OLED atau AMOLED, Hisense memilih pendekatan radikal.
Pengguna dapat beralih antara dua mode tampilan sesuai kebutuhan: e-ink untuk membaca dan efisiensi baterai, serta LCD untuk media sosial, video, dan gaming.
Desain Dua Layar yang Revolusioner
Layar utama Hisense A10 menggunakan teknologi e-ink, mirip dengan Kindle atau Kobo.
Keunggulannya meliputi hemat daya ekstrem, nyaman di mata tanpa silau, dan tidak menyebabkan kelelahan visual saat membaca.
Namun, e-ink memiliki refresh rate rendah sehingga kurang cocok untuk konten dinamis. Untuk mengatasi hal ini, Hisense menyediakan layar LCD tambahan yang bersifat modular.
Layar LCD ini ditempel secara magnetis di bagian depan, menutupi layar e-ink, dan bisa dilepas kapan saja.
>>> Sidang Perdana Hak Asuh Anak Ruben Onsu vs Sarwendah Rampung, Kedua Kubu Ngotot
Konsep ini mirip dengan flip cover pintar, tetapi justru menambahkan lapisan layar aktif.
Spesifikasi Hisense A10
Hisense telah mengonfirmasi beberapa spesifikasi inti, meskipun detail lengkap belum dirilis. Perangkat ini menjalankan Android 16, mendukung jaringan 5G, dan menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon fabrikasi 4 nanometer.
Layar utama adalah e-ink dengan ukuran dan resolusi yang belum diumumkan. Aksesori layar LCD magnetik dijual terpisah.
Informasi mengenai RAM, penyimpanan internal, baterai, kamera, dan fitur lainnya masih dirahasiakan.
Mengingat harganya yang premium, perangkat ini kemungkinan ditujukan untuk pengguna niche seperti akademisi, penulis, atau profesional yang mengutamakan fokus dan produktivitas.
>>> Huawei MatePad Air 2026 Resmi: Layar OLED 144 Hz dan Baterai 10.100 mAh
Harga dan Ketersediaan
Harga Hisense A10 diperkirakan mahal, termasuk untuk aksesori tambahan. Belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan di pasar global, termasuk Indonesia.
