unique visitors counter
⌂ Beranda News AS Kembali Terapkan Blokade dan Tingkatkan Serangan, Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah

AS Kembali Terapkan Blokade dan Tingkatkan Serangan, Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah

AS Kembali Terapkan Blokade dan Tingkatkan Serangan, Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Ilustrasi: AS Kembali Terapkan Blokade dan Tingkatkan Serangan, Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
A A Ukuran Teks16px

Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade laut terhadap Iran dan meningkatkan kampanye serangan udara pada Rabu sebagai balasan atas serangan Tehran terhadap kapal-kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz.

Serangan AS menghantam sebuah barak tentara Iran, menewaskan setidaknya tujuh tentara dan melukai ratusan orang di seluruh negeri, demikian dilaporkan pejabat Iran.

>>> Revisi RKAB Batu Bara, ESDM Utamakan Pasokan untuk Pembangkit PLN

Serangan balasan antara AS dan Iran selama beberapa hari terakhir, serta ancaman baru terhadap jalur air yang penting bagi pasokan energi global, telah merobek kesepakatan sementara untuk mengakhiri konflik dan kawasan itu bisa kembali ke perang habis-habisan.

Blokade dan Serangan Balik

AS pertama kali memberlakukan blokade pada April dan mencabutnya bulan lalu setelah menandatangani kesepakatan sementara yang menghentikan pertempuran dan menetapkan periode 60 hari untuk negosiasi mengenai isu-isu seperti program nuklir Iran.

Perundingan tersebut kini macet karena pertempuran di Selat Hormuz semakin intensif.

in2

Ketika AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari, Tehran secara efektif menutup jalur air tersebut untuk lalu lintas pelayaran.

Langkah itu mendorong harga minyak, pupuk, dan banyak barang lainnya melonjak jauh melampaui kawasan dan memberi Iran pengaruh besar dalam negosiasi.

Kenaikan harga tersebut menjadi tantangan khusus bagi Presiden AS Donald Trump dan Partai Republiknya, yang berharap mempertahankan kendali Kongres dalam pemilu November.

Namun Washington kesulitan membuka kembali jalur air tersebut.

Sekitar 24 jam setelah blokade diberlakukan, militer AS menembaki dan melumpuhkan sebuah kapal dagang pada Rabu.

Juru bicara parlemen Iran dan negosiator utama, Mohammad Bagher Qalibaf, mengatakan Iran siap menghadapi konfrontasi militer yang lebih besar jika AS tidak memenuhi ketentuan kesepakatan sementara.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot