Chief Economist Permata Bank Josua Pardede menilai rencana pemerintah meluncurkan motor listrik buatan nasional akan diuji oleh daya beli masyarakat dan kesiapan ekosistem pendukung.
Kondisi ekonomi saat ini tidak sepenuhnya mudah.
>>> AS Jatuhkan Sanksi ke Jaringan Bisnis Kartel Narkoba Meksiko
Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi.
Akibatnya, biaya pembiayaan masih relatif tinggi. Di sisi lain, indikator konsumsi masyarakat menunjukkan perlambatan.
Survei Konsumen Bank Indonesia pada Juni 2026 mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di level optimistis 117,8.
>>> Houthi Serang Tanker Saudi, Trump Ancam Balas ke Iran
Namun, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini dan Indeks Ekspektasi Konsumen tercatat menurun dibanding bulan sebelumnya.
Survei Penjualan Eceran memperkirakan penjualan ritel Juni kembali turun 0,8% secara bulanan setelah pada Mei terkontraksi 1,5%.
>>> Pejabat Kesehatan AS Selidiki Wabah Baru Parasit Penyebab Diare
"Pasar motor listrik nasional tetap ada, tetapi konsumen akan sangat rasional: mereka akan membeli jika harga terjangkau, biaya pakai lebih murah daripada motor bensin, pengisian daya mudah, layanan purna jual kuat, dan kualitasnya terbukti," kata Josua kepada Bloomberg Technoz, dikutip Jumat (24/7/2026).

