Ayu Dewi akhirnya tiba di Jakarta setelah menempuh perjalanan panjang dari Bangkok. Presenter itu harus mengambil rute alternatif karena sejumlah bandara ditutup imbas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Ayu pergi ke Bangkok untuk menemani anak sulungnya, Aqilah, yang mengikuti lomba internasional.
Namun, saat hendak pulang pada Minggu (6/9), penerbangan mereka dibatalkan karena Bandara Soekarno-Hatta ditutup akibat abu vulkanik.
Awalnya, Ayu dan Aqilah dijadwalkan terbang pukul 08.00 pagi dari Bangkok ke Jakarta. Penerbangan sempat ditunda 1 jam 45 menit sebelum akhirnya dibatalkan.
"Akhirnya dapat tiket jam 11.10 buat terbang jam 12.40, tapi enggak bisa ke Jakarta karena katanya airport ditutup efek abu vulkanik," kata Ayu Dewi.
Mereka kemudian terbang ke Bali dan mendarat sekitar pukul 17.55 WITA. Ayu sempat mengeluhkan runway Bandara I Gusti Ngurah Rai penuh karena banyak penerbangan yang dialihkan.
"Penuh traffic runwaynya, karena penerbangannya tadi cuma ada ke DPS pilihan yang ke Indonesia," ujarnya.
Rute Alternatif Lewat Laut dan Darat
Setibanya di Bali, Ayu masih harus mencari cara untuk mencapai Jakarta. Bandara Halim Perdanakusumah dan Bandara Husein Sastranegara di Bandung juga ditutup.
Penerbangan ke Surabaya, Yogyakarta, Solo, dan Semarang untuk menyambung kereta ternyata penuh semua. Akhirnya, Ayu memilih jalur laut dan darat dari Bali.
Ayu sempat mengunggah foto dirinya naik kapal feri dari Gilimanuk menuju Ketapang. Sembari menikmati matahari terbenam, ia mengaku mendapat pengalaman berharga.
"Terimakasih Allah ku, lewat kondisi ini, Kau ajarkan ku banyak hal lagi..
Sabar yang selama ini ku tahu, masih jauh dari sabar yang Kau ingin aku lebih pahami," tulis Ayu.
"Cinta yang kurasa, masih belum seberarti yang Kau ingin aku lebih rasa... rasa syukur yang kutunjukkan mungkin belum sedalam rasa syukur yang Kau ingin aku jalani..
Laa haula wa laa quwwata illaa billaah."
Penutupan Bandara Diperpanjang
Gunung Anak Krakatau erupsi terus menerus sejak Jumat (4/9) hingga Minggu (6/9). Badan Geologi mencatat erupsi menerus berakhir pada 6 September pukul 00.04 WIB.
Setelah itu, masih terjadi erupsi strombolian pada 6 September pukul 03.53 WIB selama sekitar 30 detik. Aktivitas gunung masih dinamis dengan status Level III (Siaga).
PT Angkasa Pura (InJourney) memperpanjang penutupan empat bandara hingga Senin (7/9) pukul 18.00 WIB.
Bandara yang ditutup adalah Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, dan Husein Sastranegara.
Penutupan dilakukan karena abu vulkanik berbahaya bila masuk ke mesin jet pesawat. InJourney mengumumkan hal ini melalui akun Instagram resminya.
Perjalanan Panjang Ayu Dewi
Setelah memilih jalur laut dan darat, Ayu Dewi melanjutkan perjalanan dari Bali menuju Jakarta.
Ia sempat berbagi momen saat menyeberang dengan kapal feri dari Gilimanuk ke Ketapang, sambil menikmati matahari terbenam.
Ayu mengaku pengalaman ini mengajarkannya banyak hal tentang kesabaran dan rasa syukur.
Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat (4/9) hingga Minggu (6/9) sempat membuat sejumlah bandara ditutup.
Badan Geologi mencatat erupsi menerus berakhir pada 6 September pukul 00.04 WIB, namun masih terjadi erupsi strombolian pada pukul 03.53 WIB selama 30 detik.
Status gunung tetap Level III (Siaga) dengan radius 3 km yang dilarang dimasuki.
PT Angkasa Pura (InJourney) memperpanjang penutupan empat bandara hingga Senin (7/9) pukul 18.00 WIB, yaitu Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, dan Husein Sastranegara.
Penutupan ini dilakukan karena abu vulkanik berbahaya bagi mesin pesawat.
Jadwal lain yang perlu dicatat
- Seperti diberitakan detikHot pada Senin (7/9), Ayu Dewi bersama anaknya, Aqilah, harusnya pulang dengan penerbangan pukul 8.00 pagi dari Bangkok ke Jakarta pada Minggu (6/9).
- "Akhirnya dapat tiket jam 11.10 buat terbang jam 12.40, tapi enggak bisa ke Jakarta karna katanyanya airport ditutup efek abu vulkanik," kata Ayu Dewi.
- Ibu tiga anak itu kemudian baru mendarat di Bali sekitar pukul 17.55 WITA pada Minggu (6/9). Ia menyebut sempat terbang berputar-putar selama 15 menit karena runway Bandara I Gusti Ngurah Rai penuh akibat kelimpahan pene
- "Erupsi menerus yang berlangsung sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga 6 September 2026 pukul 00.04 WIB telah berakhir. Setelah itu, tercatat 1 kali erupsi strombolian pada 6 September 2026 pukul 03.53 WIB selama