unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Pekan K-Book di Paris: Sastra Korea Menembus Pasar Eropa
Lifestyle

Pekan K-Book di Paris: Sastra Korea Menembus Pasar Eropa

Pameran buku K-Book Week di Paris
Pekan K-Book di Paris: Sastra Korea Menembus Pasar Eropa
A A Ukuran Teks16px

Korea Selatan membawa gelombang baru sastra ke Eropa melalui acara "K-Book Week" yang digelar di Paris. Acara ini berlangsung di Galerie Joseph, kawasan Le Marais, hingga 18 September.

Inisiatif ini memanfaatkan peringatan 140 tahun hubungan diplomatik Korea-Prancis. Tujuannya adalah mengubah minat masyarakat Eropa terhadap cerita Korea menjadi hak penerbitan internasional yang nyata.

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea mengorganisir program dua minggu ini. Acara ini menandai perubahan cara penerbit global mengonsumsi media Korea.

Dulu, pembaca internasional mencari fiksi terjemahan melalui penerbit akademis kecil.

Kini, minat itu didorong oleh mesin narasi lintas media seperti web novel, buku bergambar, fantasi grafis, dan fiksi spekulatif yang dirancang untuk adaptasi film dan televisi.

Momentum Kritis dan Pameran di Le Marais

Sejak Han Kang menjadi wanita Asia pertama penerima Nobel Sastra pada 2024, pembaca Eropa tidak lagi sekadar penasaran.

Judul-judul Korea kini rutin bersaing untuk mendapatkan tempat di toko buku utama Eropa.

Pameran di Le Marais menampilkan 130 judul, mulai dari buku bergambar An Young-dal hingga web novel roman Kim Chacha.

Sepuluh penulis Korea ternama, termasuk Pyun Hye-young dan Cheon Seon-ran, akan mengadakan diskusi publik bersama tokoh sastra Prancis seperti David Foenkinos dan Audrey Pleynet.

Di balik acara publik, ada bursa hak cipta selama tiga hari yang menghubungkan penerbit besar Korea seperti Dasan Books dan Pulbit dengan sekitar 20 mitra Eropa, termasuk Dargaud, raksasa buku grafis dan anak-anak Prancis.

Menteri Kebudayaan Korea, Chae Hwi-young, menyatakan bahwa K-Book Week menjadi titik awal pertukaran berkelanjutan antara kedua negara.

Ia berencana untuk mengukur minat lokal dan mengumpulkan masukan dari pembaca serta profesional industri.

Dengan menjadikan Paris sebagai pijakan strategis, sektor penerbitan Korea ingin menjadikan karya sastranya sebagai pilar permanen ekonomi kreatif global.

Dukungan untuk ekspansi global akan diperkuat agar K-Book semakin dekat dengan pembaca Eropa melalui berbagai jalur.

📰 Update Terbaru