Penggemar juga mengunjungi Desa Lego Mandeok, lingkungan tempat Jung Kook dibesarkan, dinamai berdasarkan atap dan fasad rumah yang berwarna-warni.
Di dekatnya, Kuil Seokbul tersembunyi di sisi berbatu Gunung Geumjeong. Lalu ada Ami-dong, desa perbukitan yang namanya terdengar identik dengan ARMY dalam bahasa Korea.
Kembali ke Awal Kisah BTS
Pilihan untuk menghabiskan hari jadi debut di Busan, di tengah tur dunia, menunjukkan bagaimana BTS memikirkan hubungannya dengan penggemar Korea.
Konser di Gwanghwamun awal tahun ini adalah deklarasi reuni, sedangkan konser Busan adalah tentang kembali ke akar.
Busan, dibandingkan dengan Gwanghwamun, terasa lebih hidup dan sedikit terpisah dari pusat.
Dengan memperingati 13 tahun sebagai grup di sini, BTS melakukan lebih dari sekadar mengisi stadion — mereka menggambar peta mereka sendiri.
Konser ini diperkirakan akan menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan di sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, dan ritel lokal Busan.
Penggemar tidak sekadar menonton pertunjukan; mereka makan, menginap, berkeliling, berbelanja, dan mendokumentasikan.
Busan telah menjadi salah satu contoh paling jelas dari kota yang tahu cara menyerap acara K-pop dan mengubahnya menjadi sesuatu yang dirasakan seluruh kota.
Tur Busan bukan sekadar tanggal lain dalam jadwal tur BTS. Setelah Gwanghwamun, BTS sekali lagi menggunakan kota Korea yang sarat simbol untuk memperpanjang kisahnya.
>>> BTS Gelar Konser di Busan untuk Tur Dunia 'Arirang'
Peta K-pop terus digambar ulang, dan saat ini, peta itu mengarah kuat ke selatan.