Galaxy Watch Ultra 2 diprediksi membawa peningkatan signifikan pada daya tahan baterai.
Menurut laporan Sammobile, jam tangan flagship Samsung ini akan mengusung baterai berkapasitas 784 mAh, naik sekitar 35 persen dibandingkan generasi pertama yang hanya 590 mAh.
>>> September 2026: Huawei Mate 90 vs iPhone 18 Pro, Siapa Unggul?
Peningkatan kapasitas baterai ini akan dipasarkan sebagai sekitar 800 mAh. Namun, daya tahan tidak hanya bergantung pada kapasitas, tetapi juga efisiensi chipset.
Beralih ke Snapdragon Wear Elite
Galaxy Watch Ultra 2 dikabarkan akan meninggalkan chipset Exynos W1000 dan beralih ke Qualcomm Snapdragon Wear Elite.
Chipset anyar ini dirancang khusus untuk perangkat wearable kelas atas dengan arsitektur lebih hemat daya.
Kombinasi baterai lebih besar dan chip lebih efisien diharapkan mampu memberikan performa multi-hari tanpa kompromi.
Penggunaan GPS intensif seperti hiking atau lari maraton yang biasanya bertahan 8-10 jam kini bisa lebih dari 12 jam.
>>> Waze Akhirnya Hadirkan Fitur Lampu Lalu Lintas, Mengejar Google Maps
Fitur Always-On Display juga bisa diaktifkan sepanjang hari tanpa khawatir baterai habis sebelum malam.
Mode multi-day selama 2-3 hari menjadi lebih realistis, terutama bagi pengguna yang tidak terlalu sering menerima notifikasi.
Meski Samsung belum mengonfirmasi angka ketahanan resmi, peningkatan 35 persen pada baterai smartwatch dengan ruang internal terbatas merupakan terobosan signifikan.
Perpindahan dari Exynos ke Snapdragon juga menandai perubahan strategi besar Samsung.
Snapdragon Wear Elite dibangun di atas proses fabrikasi 3nm, sama seperti Exynos W1000, namun menawarkan keunggulan krusial dalam efisiensi daya.
>>> Oppo Reno 16 Pro Global Gunakan Chipset MediaTek Dimensity 8500
Informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi dan harga masih dinantikan.