Motorola Razr Fold menghadapi kritik utama terkait harganya yang tinggi. Dalam jajak pendapat pekan lalu, kelompok terbesar pemilih memberikan nilai negatif pada banderol perangkat ini.
Ponsel lipat model buku ini dibanderol EUR 2.000, GBP 1.800, INR 150.000, USD 1.900, atau CAD 2.700.
>>> DXRacer Ciptakan Kursi Eksklusif untuk Ulang Tahun ke-10 Dead by Daylight
Harga tersebut memperkuat masalah lain yang dimiliki perangkat.
Motorola menjanjikan 7 tahun pembaruan OS dan keamanan. Ini setara dengan kompetitor, tetapi reputasi Moto dalam ketepatan waktu pembaruan masih dipertanyakan.
Chip Snapdragon 8 Gen 5 non-Elite juga menjadi sorotan. Kinerjanya saat ini cepat, namun dalam 7 tahun ke depan mungkin kurang optimal.
Dengan harga $1.900, pengguna tentu berharap perangkat bisa bertahan lama.
Meski demikian, kelompok yang mengeluhkan hardware relatif kecil.
>>> Peladn Luncurkan HO5 Mini PC dengan Ryzen AI 9 HX 470 dan Port OCuLink
Setelah mengurangi responden yang tidak tertarik pada ponsel lipat model buku, prospek Razr Fold sebenarnya tidak terlalu buruk.
Keunggulan utama Razr Fold adalah ketersediaan luas.
Perangkat ini dijual di Amerika Utara, Eropa, dan sebagian Asia—wilayah yang sering tertinggal dalam peluncuran ponsel lipat.
Banyak ponsel lipat andalan lebih dulu diluncurkan di China dan wilayah tertentu, sehingga pengguna di Eropa dan India harus menunggu berbulan-bulan.
>>> Diskon Galaxy S26+ dan S26 Ultra Makin Besar, Simak Harga Terbaru
Razr Fold hadir lebih cepat di pasar-pasar tersebut.
