Pemerintah Korea Selatan meluncurkan inisiatif baru untuk memperkuat tulang punggung industri K-Pop, yaitu label musik kecil dan menengah.
Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata bersama Korea Creative Content Agency mengumumkan pemilihan 10 grup K-Pop indie untuk proyek perdana 'Global Leap Forward Support'.
>>> Film Zombi 'Colony' Sapu Bersih Box Office Asia
Setiap agensi yang terpilih akan menerima hingga 300 juta won (sekitar Rp3,2 miliar) per tahun selama maksimal tiga tahun.
Dana tersebut dapat digunakan untuk promosi internasional, pembuatan video musik, dan tur ke luar negeri.
Atasi Polarisasi Pasar
Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran akan polarisasi pasar yang semakin tajam.
Meskipun ekspor K-Pop global melonjak 32,4 persen tahun lalu, pasar masih didominasi oleh empat agensi besar yang didukung konglomerat.
Data pemerintah menunjukkan agensi besar menghabiskan rata-rata 43,1 miliar won untuk produksi musik pada 2023, sementara agensi kecil hanya 1,49 miliar won.
Selain itu, artis dari label besar tampil di luar negeri 20 kali lebih sering dibandingkan artis indie.
>>> Lenovo Lecoo M3237PL Resmi Meluncur, Monitor 4K 32 Inci dengan USB-C 65W dan KVM
Fleksibilitas Pendanaan
Untuk memudahkan akses, kementerian menghapus pendanaan berbasis kategori yang kaku.
Agensi kini dapat mengalokasikan dana secara fleksibel sesuai strategi internasional masing-masing.
Kelompok pertama yang terpilih mencakup beragam genre, termasuk girl group Rescene yang menargetkan pasar Jepang dan Amerika, serta boy group Xikers yang fokus ke Jepang.
Ada pula grup rookie TUNEXX yang berencana syuting video musik dan menggelar showcase di Mumbai, India.
Band indie can't be blue memanfaatkan seleksi resmi di program Spotify Radar untuk membangun basis penggemar global.
Choi Sung-hee, direktur jenderal Biro Industri Media Konten kementerian, mengatakan bahwa agensi kecil harus bisa berkembang agar K-Pop tumbuh berkelanjutan.
>>> Joshua Seventeen Akan Berbicara di Markas UNESCO Paris Pekan Depan
Ia berharap inisiatif ini memicu 'keajaiban agensi kecil' lainnya untuk memimpin masa depan K-Pop.