Persaingan laptop di segmen harga terjangkau semakin memanas.
Apple melalui MacBook Neo seharga Rp9,2 juta mencoba menantang dominasi perangkat Windows dengan efisiensi prosesor ala iPhone dan kualitas bodi premium.
>>> Power Bank Unik Ini Bisa Dibelah Jadi Dua untuk Berbagi Daya dengan Teman
Namun, AMD baru saja meluncurkan kampanye pemasaran yang mengklaim laptop berbasis Ryzen 5 220 dan Ryzen 5 240 jauh lebih unggul dibandingkan MacBook Neo.
Klaim ini menuai banyak pertanyaan dari kalangan pengguna teknologi.
Klaim Performa Gaming yang Dipertanyakan
AMD mengklaim Ryzen 5 240 mampu menjalankan 20 game populer pada resolusi 1080p. Dari jumlah tersebut, 15 game diklaim tidak dapat berjalan di MacBook Neo.
Namun, performa yang dipromosikan berada pada frame rate 14 fps hingga 17 fps.
Angka tersebut jauh di bawah standar 30 fps yang umumnya dibutuhkan untuk pengalaman gaming yang nyaman.
Sebagai contoh, game berat seperti Assassin Creed Shadows dipromosikan pada 17 fps dan Starfield di angka 14 fps.
>>> Cari Game Baru Akhir Pekan Ini? Thymesia Diskon 75% di Steam
Hal ini membuat klaim keunggulan gaming AMD terlihat kurang presisi.
Perbandingan Performa di Dunia Nyata
Di luar urusan gaming, MacBook Neo memiliki keterbatasan dari sisi ketersediaan port fisik dan absennya dukungan layar sentuh.
Namun, membandingkan efisiensi chip Apple dengan prosesor Ryzen memerlukan ketelitian lebih.
Berdasarkan pengujian Geekbench 6.6, MacBook Neo justru menunjukkan hasil lebih baik pada tugas harian, baik dalam skenario single-threaded maupun multi-threaded.
Bahkan untuk urusan grafis, chip Apple tercatat lebih cepat hingga 50 persen dalam beberapa pengujian benchmark.
Hal ini membuktikan bahwa angka pemasaran sering kali tidak menceritakan keseluruhan cerita.
>>> Google Pixel 9a Diskon Rp6,3 Juta, Masih Layak Dibeli?
Pengguna yang mencari laptop untuk produktivitas harian mungkin akan menemukan nilai lebih pada efisiensi yang ditawarkan oleh ekosistem Apple.