Sony resmi memperkenalkan LYTIA L910, sensor kamera terbaru untuk smartphone yang mengusung arsitektur LOFIC untuk pertama kalinya di keluarga LYTIA.
Sensor berukuran 1/1,28 inci ini memiliki resolusi 50 megapiksel efektif dengan ukuran piksel 1,22μm.
>>> iPhone 18 Dikonfirmasi Punya RAM 12GB, Harganya Bisa Sama dengan Pendahulunya
Keunggulan utamanya adalah kemampuan dynamic range hingga 100 dB dari satu eksposur tunggal.
Berbeda dengan metode HDR konvensional yang menggabungkan beberapa eksposur, pendekatan Sony menangkap data gambar dalam satu jepretan.
Hal ini membantu mengurangi motion blur dan flicker saat memotret subjek bergerak atau sumber cahaya terang.
Sony memadukan struktur LOFIC dengan teknologi Triple Conversion Gain HDR.
Sensor membaca informasi dari satu eksposur pada tiga konversi gain berbeda, sehingga detail di area terang dan gelap lebih terjaga.
>>> 5 HP Samsung dengan Kamera Ultrawide Termurah: Hasil Foto Estetik, Cocok buat Ngonten
Perusahaan mengklaim teknologi ini meminimalkan highlight clipping dan mengurangi noise di area bayangan, menghasilkan gambar lebih seimbang dengan transisi tonal yang lebih halus.
Sony juga memperkenalkan sirkuit Ultra High Conversion Gain yang meningkatkan efisiensi konversi muatan-ke-tegangan.
Random noise diklaim berkurang sekitar 30 persen dibandingkan sensor LYTIA 828, sehingga kualitas gambar di lingkungan minim cahaya seperti pemandangan malam dengan lampu LED lebih baik.
Desain sirkuit yang dioptimalkan juga menekan konsumsi daya selama pemrosesan gambar. Sensor ini mampu merekam video 4K HDR pada 60fps dengan performa dynamic range tinggi.
LYTIA L910 dapat menangkap gambar resolusi penuh 50 megapiksel hingga 30fps dan 12,5 megapiksel hingga 120fps. Sony berencana memulai pengiriman massal sensor ini pada musim panas 2026.
>>> Honor X80 Pro Max Resmi Jadi Ponsel Pertama dengan Layar 10.000 Nit
Vivo X500 series dan Oppo Find X10 diperkirakan menjadi ponsel pertama yang menggunakan sensor Sony LYT-L910.