Dirigen Agustinus Bambang Jusana meninggal dunia pada usia 56 tahun. Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Carolus, Jakarta, Selasa (16/6) pukul 20.39 WIB.
Agustinus Bambang Jusana adalah tokoh yang berhasil membawa berbagai kelompok vokal tanah air ke panggung dunia.
>>> Lenovo Yoga Pro 9n Bocor, Laptop RTX Spark Pertama dengan AI 1 Petaflop
Lebih dari dua dekade, ia mendedikasikan hidupnya untuk meningkatkan kualitas musikal penyanyi muda Indonesia.
Perjalanan Karier dan Prestasi
Karier Bambang di dunia paduan suara dimulai saat bergabung dengan Paduan Suara Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung.
Ketertarikan itu berkembang menjadi panggilan hidup, hingga ia mendalami conducting di bawah bimbingan Avip Priatna.
Ia pernah memimpin banyak kelompok vokal, seperti Paduan Suara Universitas Kristen Maranatha Bandung, Paduan Suara Institut Perbanas Jakarta, dan Borneo Cantata Samarinda.
Di bawah arahannya, kelompok-kelompok itu meraih prestasi di Yunani, Jerman, Spanyol, Italia, Austria, Malta, Singapura, hingga Korea Selatan.
Puncak prestasinya diraih pada 2009 saat dianugerahi Best Conductor di Riva del Garda, Italia. Aransemen lagu daerah seperti Yamko Rambe dan Djanger menjadi signature musikalnya.
Ia juga mencetak sejarah dengan membawa Paduan Suara Universitas Kristen Maranatha tampil di konferensi American Choral Directors Association (ACDA) Western Division di Pasadena, California pada 2016.
Pada 2017, PSM UGM meraih Grand Champion di Malta International Choir Festival.
Prestasi berlanjut pada 2018 dengan Gold Diploma untuk Paduan Suara Perbanas Jakarta di Florence, Italia, dan gelar juara bagi Blue Singers Manado di Jerman.
Warisan monumental terakhirnya adalah Svara Deva Male Choir (SDMC) yang didirikan sejak 2014.
>>> Ruben Onsu Beri Syarat ke Sarwendah untuk Bahas Nafkah Rp200 Juta
