Bulan Juni 2026 menjadi momentum besar bagi Yvonne Chapman. Aktris ini tampil di dua proyek sekaligus dan bersiap melangkah ke panggung sinema global bersama sutradara legendaris.
Di balik pencapaian itu, ada kisah berani meninggalkan zona nyaman di dunia keuangan. Chapman mengaku keputusan itu penuh air mata dan ketidakpastian.
>>> Sinopsis The First Jasmine: Balas Dendam dan Kawin Politik Bai Lu
Dari Korporat ke Akting
Sebelum dikenal di Hollywood, Chapman menjalani kehidupan mapan di dunia korporat finansial di Calgary. Langkah banting setir ke seni peran bukan transisi mudah, melainkan pertaruhan emosional besar.
Dalam wawancara dengan CNN Indonesia, ia mengenang momen saat mengemas kurang dari seperempat barang untuk pindah ke Vancouver.
Saat itu ia baru mengambil satu kelas akting dan mendaftar program pelatihan.
"Saya menangis sekitar enam jam dari 11 jam perjalanan karena tidak tahu apa yang sedang saya lakukan. Saya merasa gila karena berani mencobanya," ungkap Chapman.
Tahun pertama di Vancouver terasa berat. Ia harus kembali menjadi mahasiswa, tinggal di apartemen ruang bawah tanah, dan berbagi tempat dengan teman sekamar.
Namun, Chapman membuktikan ketakutan akan ketidaktahuan lebih menakutkan daripada kenyataan. Setelah menjalani pilihan barunya, kecemasan perlahan sirna.
"Ketika mulai melakukannya, itu terasa tak begitu menakutkan karena kamu sudah melakukannya dan sekarang sedang menghadapinya," katanya.
Pelajaran dari Avatar Kyoshi
Latar belakang bisnis memberi perspektif unik saat bertransisi menjadi aktor. Chapman mengatakan seni peran, terutama karakter kuat seperti Avatar Kyoshi, mengajarkan cara "mengambil ruang" sebagai perempuan.
Menurutnya, perempuan sering terjebak membuktikan diri agar dianggap layak. Melalui karakter yang ia mainkan, Chapman menemukan rasa percaya diri yang tak terbantahkan.
