Harga smartphone, termasuk model entry-level, melonjak hingga 50 persen tahun ini. Akibatnya, pengiriman smartphone secara global diprediksi turun hingga 15 persen pada 2026.
Firma riset CCS Insight menyebut kenaikan harga komponen memori sebagai penyebab utama.
>>> ASUS Pilih Produksi Laptop Gaming di India, Bukan Indonesia
Permintaan tinggi untuk chip memori berperforma tinggi guna mendukung kecerdasan buatan (AI) di server membuat produsen beralih dari produksi DRAM dan NAND standar untuk PC dan ponsel.
Analis CCS Insight, Ben Hatton, mengatakan komponen memori kini menyumbang lebih dari 30 persen total biaya produksi pada beberapa smartphone.
"Krisis chip memori belum menunjukkan tanda-tanda akan melambat dalam waktu dekat," ujarnya.
Pasar ponsel entry-level mengalami kenaikan harga hingga 50 persen sejak tahun lalu. Sementara itu, pasar flagship menyusut 4,4 persen sejak kuartal pertama 2026.
>>> Trump Klaim Apple dan Intel Sepakat Produksi Chip Nasional AS
Banyak pemasok diperkirakan memiliki stok menumpuk karena daya beli masyarakat menurun.
Pasar Ponsel Bekas Tumbuh
Menariknya, pasar smartphone bekas diperkirakan naik 15 persen pada 2026. Ini menjadi satu-satunya cara bagi konsumen untuk berganti ponsel tanpa membayar harga tinggi.
Pasar sekunder perangkat bekas tumbuh 4 persen pada kuartal pertama tahun ini. Namun, pasokan ponsel bekas menghadapi tantangan karena siklus penggantian perangkat semakin panjang.
>>> Sinopsis Love Has Fireworks: Dua Korban Patah Hati Mendadak Seatap
Banyak konsumen kini menggunakan ponsel lebih dari empat tahun, dibandingkan rata-rata dua tahun sebelumnya.