Industri game menghadapi masa sulit dalam dekade ini.
Pandemi COVID-19 sempat memperlambat peluncuran PlayStation 5 dan Xbox Series X, lalu ledakan kripto menyedot GPU yang tersedia, dan kini AI membuat chip RAM menjadi emas baru.
>>> Hasil Jajak Pendapat: iOS 27 Biasa Saja, Tidak Lebih
Akibatnya, harga smartphone gaming meningkat, begitu pula PC dan konsol. PS5, Xbox, Steam Deck, dan Nintendo Switch semuanya mengalami kenaikan harga.
Layanan juga terkena dampaknya—Microsoft sempat ingin menaikkan harga Game Pass, tetapi urung setelah mendapat protes keras dari pengguna.
Situasi semakin parah sehingga Nvidia merilis ulang GeForce RTX 3060 (dari 2020), AMD merilis ulang Ryzen 7 5800X3D (dari 2022), dan Intel dikabarkan tengah mencari desain baru yang kompatibel dengan RAM DDR4.
Smartphone jarang menggunakan silikon lama, meski pernah terjadi. Masalahnya, node tercanggih mahal, sehingga flagship dan ponsel gaming kelas atas semakin mahal.
>>> Diskon Samsung Galaxy S25 FE Turun Lagi, OnePlus 15 dan 15R Juga Dipotong
Kini harga ponsel kelas menengah juga ikut naik.
Semua ini membuat kami bertanya-tanya—perangkat apa yang Anda gunakan untuk bermain game? PC atau handheld x86?
Handheld ARM seperti Switch atau lainnya? Konsol rumahan atau layanan streaming game?
Tablet atau smartphone?
>>> Casio Luncurkan Jam Tangan Logam Terjangkau dengan Warna Biru, Hijau, dan Emas
Catatan: Anda dapat memilih lebih dari satu opsi. Silakan berpartisipasi dalam jajak pendapat mingguan ini dan bagikan pengalaman Anda.