Xiaomi akhirnya mengonfirmasi kehadiran Xiaomi Smart Storage, perangkat network-attached storage (NAS) pertama mereka.
Perangkat ini akan mulai dijual melalui kampanye crowdfunding pada 1 Juli 2026.
>>> iQOO Neo 11S Bocor: Dimensity 9500, RAM 16GB, Baterai 8.000mAh
Langkah ini menandai strategi Xiaomi memasuki pasar penyimpanan rumahan yang selama ini didominasi Synology, QNAP, Ugreen, dan Huawei.
Asal-Usul dan Pengembangan
Kisah lahirnya Xiaomi Smart Storage bermula dari bocoran gambar promosi switch jaringan pada Mei 2025.
Gambar tersebut menampilkan skema penggunaan "10G NAS" yang memicu antusiasme komunitas pengguna di Tiongkok.
Chen Bo, General Manager Ecosystem Xiaomi, kemudian mengumumkan komitmen resmi: "Kami akan membangunnya."
Dalam 13 bulan, tim Xiaomi mengembangkan perangkat dari nol, sempat tertunda dari jadwal awal yang direncanakan bersamaan dengan Xiaomi 17 Ultra.
Aplikasi pendamping "Xiaomi Smart Storage" sudah tersedia di App Store dan Google Play.
>>> Ayu Ting Ting Ungkap Alasan Pilih Kevin Gusnadi Jadi Pacar
Spesifikasi dan Desain
Xiaomi Smart Storage hadir dalam bentuk kubus hitam minimalis berdimensi 200,5 × 85 × 16 mm.
Desainnya lebih mirip perangkat smart home premium daripada server rack, dengan ventilasi di atas dan port di bawah.
Perangkat ini ditujukan untuk keluarga digital modern, bukan untuk enthusiast atau pengguna server.
Fitur berbasis AI dan integrasi mendalam dengan ekosistem HyperOS menjadi keunggulan utamanya.
Strategi Harga dan Crowdfunding
Xiaomi menggunakan crowdfunding sebagai strategi penetapan harga agresif, menawarkan diskon signifikan bagi pembeli awal.
Harga eceran resmi akan diberlakukan setelah kampanye berakhir.
>>> Film EKSIL Gelar Pemutaran Khusus 4 Juli di Blok M Jakarta
Dengan harga mulai Rp5 juta, Xiaomi Smart Storage menjadi opsi menarik di pasar NAS rumahan.
