unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda Lifestyle Malam Mistis di Arboretum Tepi Laut Korea yang Dibangun Mantan Perwira Intelijen AS

Malam Mistis di Arboretum Tepi Laut Korea yang Dibangun Mantan Perwira Intelijen AS

Malam Mistis di Arboretum Tepi Laut Korea yang Dibangun Mantan Perwira Intelijen AS
Ilustrasi: Malam Mistis di Arboretum Tepi Laut Korea yang Dibangun Mantan Perwira Intelijen AS
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Setiap rumah diberi nama sesuai pohon terdekat, seperti Black Pine House yang merupakan kediaman pendiri Min Byung-gal semasa hidup.

Tamu yang menginap bebas berjalan-jalan di luar jam operasional, dari pukul 09.00 hingga 18.00.

Pada musim panas, matahari terbit empat jam sebelum pengunjung pertama datang, dan matahari terbenam dua jam setelah pengunjung terakhir pergi.

alt top

Tamu dapat menikmati taman yang sepi, seperti menyewa seluruh tempat untuk diri sendiri.

Tamu yang menginap juga bisa mengikuti program morning walk, di mana 12 pendaftar pertama dipandu ke area arboretum yang biasanya tertutup untuk umum.

Area terlarang ini mencakup hampir 90 persen dari seluruh arboretum; hanya sekitar 11 persen yang dikenal sebagai Miller Garden yang terbuka untuk pengunjung.

alt mid

Tur pagi itu membawa saya ke Magnolia Garden, salah satu bagian terlarang yang terkenal.

Meski musim magnolia sudah lewat, daun besar magnolia bigleaf yang sebesar kepala manusia tetap mengesankan.

Di dalam taman terdapat Magnolia House, yang dibangun pendiri agar ibunya bisa pindah dari AS dan tinggal bersamanya di Korea.

Dari luar tampak seperti rumah tradisional Korea, tetapi di dalamnya terdapat kamar mandi bergaya Barat dan fasilitas modern untuk kenyamanan ibunya.

Gua Laut Padori di Dekat Arboretum

Wisatawan yang menginap di Chollipo Arboretum disarankan mengunjungi gua laut Padori yang berjarak sekitar enam kilometer ke selatan.

Nama Pado berarti 'gelombang' dalam bahasa Korea, mencerminkan arus dan karang yang berbahaya di area tersebut.

Gua-gua laut ini terbentuk oleh hempasan ombak selama ribuan tahun dan menjadi tempat ideal untuk berfoto.

Dua bukaan besar membingkai Laut Barat yang berkilauan, dengan pilar batu yang membagi gua dari luar namun bergabung di dalam.

Situs ini hanya bisa dicapai saat air surut, sehingga penting untuk mengecek jadwal pasang surut terlebih dahulu.

>>> Busan Gunakan K-pop untuk Tarik Mahasiswa Asing Tinggal Setelah Lulus

Pengunjung juga harus melewati bebatuan tajam yang dipenuhi kerang, sehingga alas kaki yang kokoh sangat diperlukan.

alt under
E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
alt mid
📰 Update Terbaru