Kehadiran One Wish Willow dalam film ini tidak serta-merta membawa kutukan murni bagi pemohonnya.
Barker menjelaskan bahwa hasil dari permohonan tersebut sepenuhnya bergantung pada bagaimana keinginan itu dirumuskan.
>>> Kreator Malaysia Minta Maaf Usai Ubah Lirik Lagu Rollerblade
"Jika seseorang menyusun kalimatnya dengan sangat hati-hati untuk sesuatu yang mustahil merugikan orang lain, maka dampak buruk bisa dihindari," tuturnya.
Namun, aturan tersebut menjadi tidak berlaku ketika permohonan tersebut berkaitan dengan manipulasi perasaan.
Menurut Barker, ketika seseorang memaksa orang lain untuk mencintai atau merasakan hal tertentu terhadap dirinya, susunan kalimat seindah apa pun tidak akan mampu menyelamatkan mereka dari dampak buruk yang mengintai.
Dekonstruksi Pola Nice Guy
Sentuhan sinis Barker juga terlihat jelas dari bagaimana ia mendekonstruksi pola nice guy yang melekat pada karakter Bear.
Berawal dari seorang pria biasa yang terjebak dalam zona pertemanan oleh Nikki, penanganan Bear terhadap situasi tersebut dengan cepat berubah menjadi sesuatu yang mengerikan.
Meskipun perilaku Nikki perlahan berubah menjadi tidak menentu dan menakutkan hingga memicu kekhawatiran dari teman-teman di sekitarnya, Bear memilih menutup mata.
"Cinta harus diraih. Apa pun yang bukan seperti itu mungkin tidak akan berhasil," ia mengingatkan.
Obsession menceritakan Bear (Michael Johnston), diam-diam menyimpan perasaan pada sahabat kecilnya, Nikki (Inde Navarrette).
Ia berharap pacaran dengan Nikki, namun Bear kesulitan mendekati rekan kerjanya tersebut.
Ia menjadi frustasi dan menemukan mainan supranatural bernama One Wish Willow, yang dapat mengabulkan satu permintaan.
Tanpa pikir panjang, ia meminta agar Nikki dapat jatuh hati padanya.
Keinginan Bear terkabul, Nikki jatuh cinta dan mereka pun berhubungan.
Namun, seiring berjalannya waktu, berbagai peristiwa mengerikan mengancam keduanya.
>>> Nama Dicatut untuk Hal Negatif di TikTok, Daus Mini Layangkan Somasi
Obsession tayang 25 Juni di bioskop Indonesia.