>>> Permintaan Melonjak, Geely Tambah Kapasitas Produksi EX2 di Indonesia
Iran melalui Garda Revolusi mengaku telah menargetkan beberapa lokasi "tentara teroris AS di kawasan" tanpa menyebut lokasi spesifik.
Bahrain, yang menjadi markas Armada Kelima Angkatan Laut AS, merupakan salah satu kritikus terkeras Iran.
Sebelumnya, Bahrain baru saja menjadi tuan rumah pertemuan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dengan para menteri luar negeri Dewan Kerja Sama Teluk.
Pertemuan itu menyerukan penghentian serangan Iran dan pembukaan penuh Selat Hormuz.
Rute Alternatif di Selat Hormuz Diperluas
Sebuah badan maritim multinasional yang diawasi Angkatan Laut AS pada Sabtu mengumumkan akan memperluas rute di dekat pantai Oman untuk memungkinkan lalu lintas masuk dan keluar.
Langkah ini berpotensi memicu ketegangan baru dengan Iran.
Iran telah bersikeras bahwa kapal harus mematuhi perintahnya dan memperingatkan akan mulai mengenakan biaya untuk transit melalui Selat Hormuz.
Namun, kapal-kapal semakin mencoba meninggalkan Teluk dalam beberapa hari terakhir.
Pusat Informasi Maritim Gabungan yang diawasi Angkatan Laut AS memperingatkan bahwa ancaman terhadap kapal masih substansial. Marinir diimbau waspada terhadap ranjau dan keberadaan angkatan laut selama operasi pembersihan.
Organisasi Maritim Internasional pada Jumat menghentikan upaya baru untuk mengevakuasi kapal dan tidak akan melanjutkannya sampai ada jaminan bahwa kapal lain tidak akan diserang.
>>> Rekayasa Lalu Lintas Malam Puncak HUT Jakarta 27 Juni 2026, Simak Jalur Alternatif
Sekitar 115 kapal telah berhasil keluar dari Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir.