HMD Global tampaknya semakin serius menghidupkan kembali ponsel klasik Nokia. Setelah beberapa model legendaris, kini giliran seri Asha yang dikabarkan akan kembali.
Indikasi tersebut muncul setelah perangkat baru bernama HMD TA-1779 (tipe HMD Asha 305) terdaftar dalam sertifikasi resmi HMD.
>>> Red Magic Gaming Tablet 5 Pro Resmi Diungkap, Dual USB-C, OLED 185Hz dan Fast Charging 80W
Kemunculan nama ini langsung menarik perhatian penggemar Nokia.
Seri Asha pernah menjadi salah satu lini ponsel paling populer di kelas terjangkau sebelum era smartphone Android.
Kehadiran Asha 305 memunculkan harapan akan konsep ponsel sederhana dengan sentuhan modern.
Meski spesifikasi resmi belum diungkap, informasi dari sertifikasi menunjukkan perangkat ini bukan sekadar rebranding. HMD diperkirakan menyiapkan penerus yang mempertahankan karakter Asha namun disesuaikan dengan kebutuhan masa kini.
Sejarah Nokia Asha 305
Nokia Asha 305 pertama kali diperkenalkan pada Juli 2012. Pada masanya, perangkat ini menjadi pilihan favorit bagi pengguna yang menginginkan ponsel layar sentuh dengan harga terjangkau.
>>> Ayaneo Pocket Micro 2 Resmi Meluncur, Chip Setara Snapdragon 865 dan Baterai 3.950mAh
Ponsel tersebut mengandalkan sistem operasi Nokia Series 40 (S40), platform ringan untuk perangkat non-Android.
Layarnya berukuran 3 inci dengan resolusi 400 x 240 piksel, dan kamera belakang 2 MP tanpa kamera depan.
Nokia Asha 305 dibekali RAM 32 MB dengan penyimpanan terbatas, namun dapat diperluas via microSD.
Perangkat ini juga memiliki baterai yang bisa dilepas, jack audio 3,5 mm, dan desain ringkas.
Peningkatan Modern
Kini, lebih dari satu dekade kemudian, HMD ingin menghidupkan kembali filosofi yang sama. Bedanya, versi terbaru diperkirakan sudah dibekali jaringan LTE atau 4G.
>>> Bocoran iPhone 18: RAM 9GB Gantikan Rumor 12GB, Chip A20 2nm Jadi Andalan
Kehadiran modem LTE menjadi petunjuk penting dari sertifikasi tersebut. Artinya, HMD Asha 305 tidak hanya mengandalkan nostalgia, tetapi juga menghadirkan peningkatan yang dibutuhkan pengguna modern.