Selama bertahun-tahun, ponsel kompak selalu hadir dengan kompromi.
Pengguna yang menginginkan ponsel nyaman digunakan satu tangan biasanya harus menerima baterai lebih kecil, kamera lebih sedikit, pengisian daya lambat, atau hardware yang tidak setara flagship.
>>> Dell Luncurkan Monitor Gaming Alienware AW3426DW 280Hz QD-OLED di Eropa
Vivo X300 FE mengambil pendekatan berbeda. Ponsel ini menggabungkan hardware flagship dengan bentuk kompak tanpa meminta pengguna memilih antara portabilitas dan performa.
Ditenagai Snapdragon 8 Gen 5, baterai 6.500 mAh, kamera ZEISS, pengisian nirkabel, dan bodi premium, X300 FE terasa lebih kecil dari kebanyakan flagship.
Namun, harganya mulai Rp 79.999 (~$850), lebih mahal dari Vivo X300 reguler yang Rp 75.999 (~$800).
Pertanyaannya, mengapa harus membayar lebih untuk model FE?
Setelah menggunakannya, jawabannya jelas: X300 FE bukan alternatif murah, melainkan dirancang untuk pengguna yang mengutamakan kenyamanan, daya tahan baterai, dan kegunaan sehari-hari.
Desain Kompak Tanpa Kesan Miskin
Pujian terbesar untuk Vivo X300 FE adalah ponsel ini tidak pernah terasa seperti versi lebih kecil dari sesuatu yang lebih baik.
Ia terasa seperti flagship yang kebetulan kompak.
Ukuran 6,31 inci membuat perbedaan signifikan dalam penggunaan sehari-hari. Membalas pesan, browsing media sosial, atau memotret terasa nyaman dengan satu tangan.
Ponsel ini mudah masuk saku, tidak terasa berat di atas, dan tetap nyaman digenggam saat membaca atau menonton video.
Finishing matte pada X300 FE terlihat elegan dan mampu menyembunyikan sidik jari. Tersedia tiga warna: Noir Black, Lilac Purple, dan hijau eksklusif India bernama Urban Olive.
Meskipun halus, ponsel tidak terasa licin. Vivo berhasil menyeimbangkan kenyamanan dan cengkeraman.
Bilah kamera horizontal baru juga membuat ponsel tidak goyang saat diletakkan di meja.