Xiaomi akhirnya merambah pasar network-attached storage (NAS) dengan perangkat pertama mereka, Xiaomi Smart Storage.
Perangkat ini dirancang untuk keluarga, kantor kecil, dan pengguna yang ingin mengontrol data tanpa bergantung sepenuhnya pada cloud.
>>> Xiaomi Luncurkan Kamera Tenaga Surya dengan Dukungan 4G
Kampanye crowdfunding akan berlangsung dari 1 hingga 8 Juli 2026.
Spesifikasi dan Desain
Xiaomi Smart Storage memiliki desain kubus minimalis dengan warna abu-abu.
Ini adalah model dual-bay yang mendukung drive SATA 2,5 inci dan 3,5 inci, memberikan fleksibilitas penyimpanan.
Berdasarkan bocoran sampel rekayasa, perangkat ini ditenagai prosesor Realtek RTD1619B quad-core ARM Cortex-A55 hingga 1,7 GHz, chip yang sama dengan beberapa NAS entry-level Synology.
Sampel tersebut memiliki RAM 2GB DDR3L dan penyimpanan 8GB untuk sistem operasi.
Perangkat ini dikabarkan mampu menangani total penyimpanan hingga 40TB.
>>> Lenovo Peringatkan Harga Memori Tinggi Bisa Jadi 'Normal Baru'
Prototipe memiliki port Gigabit Ethernet, tetapi versi final diperkirakan menyertakan setidaknya satu port 2.5GbE, plus USB 3.0 dan HDMI.
Paket dan Harga Crowdfunding
Xiaomi menawarkan tiga paket selama kampanye: Pemula (4TB) seharga CNY 2.299 (~$338), Lanjutan (8TB) seharga CNY 2.899 (~$426), dan Profesional (16TB) seharga CNY 4.699 (~$690).
Harga-harga ini terlihat kompetitif dibandingkan ritel normal.
Perangkat ini diharapkan terintegrasi dengan ekosistem smart home Xiaomi dan mendukung berbagai platform seperti Android, iOS, Windows, macOS, dan Linux.
Peluncuran ini datang di saat banyak pengguna mulai lelah dengan biaya cloud yang terus naik dan masalah privasi.
>>> RedMagic Gaming Tablet 5 Pro Meluncur Global dengan Nama Astra 2
Detail perangkat lunak seperti dukungan Docker masih belum jelas, tetapi jika Xiaomi berhasil menghadirkan pengalaman pengguna yang baik, NAS ini bisa menjangkau audiens yang lebih luas.
