Malaysia memperpanjang kontrak dengan perusahaan robotika kelautan Ocean Infinity untuk melanjutkan pencarian bangkai pesawat Malaysia Airlines MH370 di Samudra Hindia selatan.
Perpanjangan ini berlaku selama satu tahun hingga 30 Juni 2026.
>>> Battery Health iPhone Cepat Menurun? Hindari 5 Kebiasaan Ini
Menteri Perhubungan Anthony Loke mengatakan Kabinet menyetujui perpanjangan perjanjian "no-find, no-fee" pada Jumat lalu. Keputusan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan kepastian bagi keluarga penumpang.
Perpanjangan ini memungkinkan Ocean Infinity menyelesaikan pencarian di area seluas 7.428,54 kilometer persegi yang tersisa.
Kapal-kapal Ocean Infinity diperkirakan akan kembali bertugas antara November dan April tahun depan, saat kondisi laut lebih tenang.
Pesawat Boeing 777 itu hilang dari radar pada 8 Maret 2014, saat terbang dari Kuala Lumpur ke Beijing dengan 239 orang di dalamnya, sebagian besar warga China.
>>> Rekomendasi Laptop Arsitektur di Bawah Rp10 Juta, Cocok untuk Mahasiswa hingga Profesional
Data satelit menunjukkan pesawat berbelok dari jalurnya dan menuju selatan ke Samudra Hindia, di mana diduga jatuh.
Pencarian multinasional yang mahal sebelumnya tidak membuahkan hasil, meskipun puing-puing ditemukan di pesisir Afrika Timur dan pulau-pulau Samudra Hindia.
Pencarian swasta oleh Ocean Infinity pada 2018 juga tidak menemukan apa pun.
Tahun lalu, Malaysia menyetujui Ocean Infinity untuk memulai pencarian baru di area seluas 15.000 kilometer persegi di Samudra Hindia selatan.
>>> Kemendikdasmen Panggil 60.896 Guru Ikuti PPG Tahap 2 Tahun 2026, Cek SIMPKB Sekarang
Ocean Infinity, yang berkantor pusat di AS dan Inggris, akan dibayar 70 juta dolar AS hanya jika bangkai ditemukan.