Verizon dan BT Group mengumumkan rencana untuk menggabungkan operasi fixed-line enterprise internasional mereka ke dalam sebuah joint venture baru.
Kesepakatan ini diharapkan rampung pada 2027, menunggu persetujuan regulasi.
>>> T-Mobile Pensiunkan Paket Lama, Pelanggan Dialihkan ke Paket Baru
Perusahaan baru ini akan menjadi joint venture 50-50 yang melayani lebih dari 3.000 organisasi multinasional di lebih dari 180 negara.
Verizon akan membayar BT sebesar $625 juta sebagai jumlah penyeimbang untuk menjamin hak suara yang setara.
Efisiensi Skala dan Infrastruktur Global
Penggabungan ini diharapkan dapat membuka efisiensi skala yang signifikan di seluruh jaringan global dan operasi layanan gabungan.
BT dan Verizon berencana menggunakan infrastruktur joint venture untuk memenuhi kebutuhan kepatuhan dan kedaulatan lokal serta mempercepat peluncuran platform konektivitas generasi berikutnya.
>>> Spesifikasi Layar iPhone 18, iPhone 18e, dan iPhone Air 2 Bocor
CEO Baru dan Latar Belakang Kesepakatan
Martijn Blanken, mantan eksekutif Telstra dan KPN, akan menjadi CEO perusahaan baru tersebut.
Ia akan bergabung dengan BT pada 1 September sebagai persiapan transaksi.
Kesepakatan ini mengakhiri spekulasi bertahun-tahun tentang masa depan BT International.
CEO BT Allison Kirkby pada 2024 menyatakan kemungkinan menjual unit tersebut sebagai bagian dari program penghematan biaya.
>>> Laporan Baru Ungkap Kapan Samsung Rilis Ponsel Layar Gulung Pertama
BT International dijadikan unit bisnis terpisah tahun lalu, diduga sebagai persiapan untuk kesepakatan semacam ini.