Aspek kesehatan jemaah menjadi sorotan utama dalam evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Komite III DPD RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menekankan pentingnya penerapan istithaah kesehatan sebagai syarat wajib bagi calon jemaah.
>>> LPSE Pendidikan 2026: Panduan Daftar dan Ikut Tender Pengadaan
Pembahasan ini mengemuka dalam rapat kerja pengawasan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.
Wakil Ketua I Komite III DPD RI, Dailami Firdaus, mengapresiasi peningkatan kualitas penyelenggaraan haji tahun ini.
Namun, ia menilai masih ada aspek yang perlu diperbaiki, terutama optimalisasi penerapan istithaah kesehatan.
"Kami mengapresiasi Kemenhaj atas peningkatan kualitas penyelenggaraan haji.
Namun, masih ada beberapa catatan, khususnya terkait optimalisasi penerapan istithaah kesehatan dengan tetap memperhatikan kebutuhan jemaah haji," ujar Dailami.
Menurutnya, penerapan istithaah kesehatan secara konsisten penting untuk memastikan setiap jemaah memiliki kondisi fisik yang memadai.
>>> Cara Login SimPKB 2026 Terbaru, Begini Langkah Mudahnya untuk Guru
Hal ini agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalankan dengan aman dan optimal.
Anggota DPD RI asal Maluku, Anna Latuconsina, menegaskan bahwa kesiapan kesehatan harus menjadi perhatian utama.
Ia menilai kesehatan jemaah bukan sekadar persyaratan administratif, melainkan bagian dari kesiapan menyeluruh menunaikan ibadah.
"Isu utama penyelenggaraan haji adalah kesiapan kesehatan jemaah haji. Istithaah tidak hanya menyangkut kemampuan ekonomi, tetapi juga kondisi kesehatan.
Karena itu, proses seleksi harus memastikan jemaah benar-benar mampu menjalankan ibadah haji," kata Anna.
Ia juga mendorong pemerintah memperkuat pemeriksaan kesehatan sejak tahap awal. Dengan demikian, berbagai risiko kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji dapat diminimalkan.
>>> Arti SPM dalam Bansos 2026: Tanda Dana Hampir Cair ke Rekening
Menanggapi masukan Komite III DPD RI, Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan memastikan pemerintah akan menjadikan aspek kesehatan sebagai prioritas dalam penyempurnaan penyelenggaraan haji pada musim berikutnya.