Rescuer berhasil mengevakuasi Hernan Alberto Gil Flores, seorang satpam berusia 44 tahun, dari reruntuhan pusat perbelanjaan Galerias Playa Grande di negara bagian La Guaira, Venezuela, pada Kamis pagi.
Pria itu terjebak selama hampir delapan hari setelah dua gempa bumi kuat mengguncang pantai utara Venezuela.
>>> Gertam Padi Serentak di Pandeglang Dorong Percepatan Swasembada Pangan Nasional
Operasi penyelamatan dimulai pada Senin, menurut Presiden El Salvador Nayib Bukele, yang memberikan pembaruan di X.
Tim dari Chile, Amerika Serikat, Portugal, Meksiko, Kosta Rika, dan Venezuela turut serta dalam upaya tersebut.
Penyelamat memberikan hidrasi melalui selang, tetapi harus menggali dua terowongan terpisah untuk mencapai Gil karena reruntuhan yang tidak stabil.
Gil dibawa keluar dengan tandu dan dimasukkan ke ambulans di tengah sorak-sorai penyelamat dan wartawan.
"Saya bersyukur kepada Tuhan karena menjaganya tetap hidup selama berhari-hari," kata Gusbimar Gonzalez, istri Gil. "Dia menanggung semuanya seperti seorang pejuang."
Gempa Kembar dan Dampaknya
Gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo terjadi dalam selang waktu kurang dari satu menit hampir delapan hari lalu.
Gempa tersebut menewaskan 2.295 orang, menurut data pemerintah terbaru.
Jumlah orang yang masih hilang dalam daftar online tidak resmi turun menjadi sekitar 38.600 pada Kamis pagi, setelah mencapai puncak hampir 60.000 pada hari-hari setelah gempa.
Seorang utusan PBB pekan ini mengatakan pihaknya mengadakan 10.000 kantong jenazah untuk Venezuela.
Survei Geologi AS memperkirakan lebih dari 10.000 kematian mungkin terjadi.
Perusahaan pemodelan risiko dan bencana Verisk mengatakan kerugian ekonomi akibat gempa diperkirakan mencapai lebih dari $10 miliar.
Hingga Kamis, Venezuela telah menerima 2.000 metrik ton bantuan kemanusiaan dari negara lain, menurut kementerian luar negeri.