Jumlah korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang wilayah Kumamoto, Jepang barat daya, meningkat menjadi 18 orang.
Pemerintah prefektur Kumamoto melaporkan sedikitnya 62 orang luka-luka, enam di antaranya luka serius.
>>> Gempa 7,1 SR Guncang Kumamoto, Jepang: 13 Tewas dan Kerusakan Parah
Personel militer dan petugas darurat terus menyisir pusat perbelanjaan Aeon Mall di Kota Kashima yang rusak parah serta rumah-rumah yang runtuh untuk mencari korban selamat.
Sekitar 3.000 pengunjung berhasil dievakuasi ke tempat parkir sebelum ledakan gas terjadi di bagian lain mal tersebut.
Lantai dua mal ambruk dan menjebak sejumlah orang. Empat kematian dikonfirmasi di lokasi mal, sementara tiga orang masih hilang.
Presiden Aeon, Akio Yoshida, menyampaikan permintaan maaf dan mengatakan pihaknya menganggap serius insiden ledakan dan hilangnya nyawa.
Di Yatsushino, reruntuhan cerobong asap pabrik Nippon Paper Industries menewaskan lima orang. Tujuh orang lainnya berhasil diselamatkan, namun empat orang masih diduga terjebak.
Seorang pemagang teknis asal Vietnam menjadi korban tewas pertama warga negara asing setelah tertimpa derek di pabrik tempatnya bekerja.
Tujuh pemagang Vietnam lainnya berhasil dievakuasi dengan selamat. Seorang wanita Vietnam yang menikah dengan salah satu pekerja juga terluka akibat reruntuhan tembok.
Hampir 34.900 rumah masih tanpa listrik dan sekitar 15.000 rumah tanpa air bersih. Lebih dari 8.800 orang mengungsi di 400 tempat penampungan.
>>> Iqbaal Ramadhan Tuai Pujian Usai Totalitas Perankan Ijal di Operasi Pesta Copet
Rekaman udara polisi menunjukkan sejumlah rumah di kawasan pemukiman rata dengan tanah, beberapa di antaranya runtuh ke sungai terdekat.
Pasukan Bela Diri Jepang bergabung dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Ratusan petugas profesional, termasuk petugas pemadam kebakaran dari Taiwan, turut membantu.
