Platform perdagangan aset kripto BTSE Indonesia mengungkapkan bahwa banyak trader Indonesia yang memilih bertransaksi melalui platform luar negeri.
Kondisi ini dinilai menjadi tantangan bagi pelaku industri dalam negeri untuk menarik kembali pengguna ke platform yang telah berizin di Indonesia.
Chief Strategy Officer BTSE Indonesia Stephanie Kusnadi mengatakan fenomena tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi perusahaan yang baru resmi meluncurkan layanannya di Indonesia.
Menurut Stephanie, BTSE akan berupaya menghadirkan produk yang lebih kompetitif sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar makin banyak investor menggunakan platform domestik.
"Itu memang menjadi tantangan buat kami untuk membawa kembali pengguna yang bermain di luar," ujar Stephanie kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).