Tekanan terhadap pasar aset digital meningkat setelah kekhawatiran keamanan dan minimnya katalis positif mendorong investor mengurangi eksposur terhadap kripto.
Kondisi tersebut turut memengaruhi pergerakan Bitcoin dan ether, yang mengalami penurunan harga dalam 30 hari terakhir.
Data pergerakan pasar menunjukkan Bitcoin terkoreksi 9,43% dengan harga rata-rata sekitar US$ 76.813 selama periode tersebut.
Sementara itu, ether mencatat pelemahan lebih besar, yakni 16,43%, dengan harga rata-rata US$ 2.251.
Faktor Keamanan dan Komposisi Investor
Christopher Tahir, Co-Founder CryptoWatch sekaligus Pengelola Channel Duit Pintar, menilai kombinasi minimnya sentimen positif dan insiden peretasan Binance memperburuk kepercayaan sebagian pelaku pasar.
"Minimnya katalis positif dan bertepatan dengan adanya peretasan Binance, sehingga pelaku pasar ada yang mengamankan dana mereka dan juga ada yang sekalian keluar dari kripto karena ada anggapan tidak aman," ujar Christopher kepada KONTAN, Selasa (3/11/2026).
Menurut Christopher, kekhawatiran terhadap keamanan aset digital membuat sebagian investor memilih mengamankan dana.
Bahkan, sejumlah pelaku pasar memutuskan meninggalkan investasi kripto di tengah kondisi tersebut.
Selain faktor keamanan, komposisi investor juga dinilai memengaruhi arah pergerakan Bitcoin.
Meningkatnya kapitalisasi pasar aset kripto tersebut membuat aliran dana investor ritel semakin terbatas dalam menentukan perubahan harga.
Christopher menjelaskan bahwa investor institusi berpotensi memainkan peran lebih besar dalam menentukan pergerakan Bitcoin dibandingkan investor ritel.
"Besarnya kapitalisasi pasar bitcoin ini akan membuat dana ritel tidak akan terlalu berpengaruh pada pergerakan harga, sehingga dana institusi yang akan menjadi pendorong utamanya," ujar Christopher.
Dalam proyeksi hingga penghujung 2026, Christopher memperkirakan Bitcoin berpotensi mengalami penurunan menuju kisaran US$ 50.000–US$ 60.000.
Sementara itu, harga ether diperkirakan bergerak di rentang US$ 1.800–US$ 2.000.
Proyeksi tersebut masih menghadapi ketidakpastian karena belum terdapat katalis positif yang dinilai mampu menopang pemulihan pasar kripto.
Kondisi ini membuat prospek pergerakan kedua aset digital tersebut masih dibayangi tekanan.