Jakarta World Cinema (JWC) 2026 memasuki pekan terakhir penayangan di bioskop dan akan ditutup pada 7 November.
Sejak dibuka 31 Oktober, festival tahunan ini menayangkan 207 film dari 69 negara.
Pilihan filmnya mencakup karya peraih penghargaan festival internasional, arahan sutradara ternama, hingga sinema Asia.
Bagi pencinta sinema yang belum sempat menonton, lima film berikut bisa menjadi pertimbangan sebelum rangkaian JWC 2026 berakhir.
Fjord, La Bola Negra, dan Inherit
Fjord adalah drama garapan Cristian Mungiu yang meraih Palme d'Or Cannes Film Festival 2026.
Film ini dibintangi Sebastian Stan dan Renate Reinsve sebagai pasangan Mihai dan Lisbeth Gheorghiu.
Mereka pindah dari Rumania ke desa terpencil di Norwegia bersama anak-anak untuk memulai hidup baru.
Kehidupan keluarga itu berubah setelah putri mereka, Elia, datang ke sekolah dengan luka dan lebam di tubuh.
Kondisi tersebut memicu kecurigaan terhadap pola asuh Mihai dan Lisbet.
Aturan ketat soal kesejahteraan anak di Norwegia serta kuasa Child Welfare Services membuat anak-anak mereka diambil negara tanpa persetujuan orang tua.
Fjord tayang 4 dan 7 November di CGV Indonesia dengan label D17.
La Bola Negra disutradarai Javier Calvo dan Javier Ambrossi berdasarkan naskah yang mereka tulis bersama Alberto Conejero.
Karya ini mengantar keduanya meraih Best Director di Festival Film Cannes 2026.
Ceritanya melintasi tahun 1932, 1937, dan 2017, mengeksplorasi keterkaitan tiga pria dengan karya-karya Lorca.
Carlos (Milo Quifes) mendambakan rasa memiliki di tengah Spanyol yang terpecah belah.
Sebastián (Guitarricadelafuente) menemukan ikatan emosional dengan seseorang dari pihak berseberangan.
Sementara Alberto (Carlos González) berusaha mengungkap rahasia keluarga yang lama terpendam.
La Bola Negra tayang 6 November di CGV Indonesia dengan label 21+.
Inherit adalah film horor Thailand arahan Banjong Pisanthanakun yang dibintangi Davika Hoorne dan Thitiya Jirapornsilp.
Film ini ditunjuk sebagai penutup festival pada 7 November dan menandai penayangan perdana proyek terbaru sang sutradara setelah The Medium (2021).
Kisahnya berpusat pada Woranart (Davika Hoorne), nenek yang kembali setelah menghilang puluhan tahun.
Kepulangannya memunculkan kejanggalan, termasuk penampilan yang tak berubah meski lama meninggalkan keluarga.
Kedatangan Woranart membuat cucunya, Oui (Thitiya Jirapornsilp), terlibat dalam rangkaian kejadian misterius.
Rahasia kelam keluarga perlahan terungkap dan membawa mereka berhadapan dengan ancaman kutukan yang diwariskan.
Inherit tayang 7 November di CGV Indonesia dengan label D17.
The Samurai and The Prisoner serta All The Lovers in The Night
The Samurai and the Prisoner adalah drama sejarah garapan Kiyoshi Kurosawa yang berlatar Jepang abad ke-16.
Ceritanya mengikuti Lord Murashige yang memberontak terhadap penguasa Oda Nobunaga dan bertahan di kastelnya yang dikepung pasukan musuh.
Situasi makin rumit setelah serangkaian pembunuhan misterius terjadi di dalam kastel.
Untuk mengungkap pelakunya, Murashige meminta bantuan Kanbei Kuroda, ahli strategi perang yang ia tahan di penjara bawah tanah.
Keduanya bekerja sama mengungkap misteri itu di tengah ancaman pengkhianatan dan perebutan kekuasaan.
Film ini tayang 4, 6, dan 7 November di CGV Indonesia dengan label R13.
All the Lovers in the Night adalah drama Jepang arahan Yukiko Sode yang diadaptasi dari novel Mieko Kawakami.
Film ini mengikuti Fuyuko (Yukino Kishii), penyunting lepas yang terbiasa menyendiri dan membatasi interaksi sosial.
Kehidupannya berubah setelah bertemu guru fisika SMA bernama Mitsutsuka (Tadanobu Asano).
Pertemuan itu berkembang menjadi kedekatan yang membuat keduanya perlahan membuka diri.
Di tengah hubungan yang tumbuh, Fuyuko dan Mitsutsuka harus menghadapi kesepian serta persoalan pribadi yang selama ini mereka pendam.
All The Lovers in The Night tayang 7 November di CGV Indonesia dengan label D17.