unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Penyebab Rupiah Finis di Zona Hijau Pekan Lalu
News

Penyebab Rupiah Finis di Zona Hijau Pekan Lalu

Grafik nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
Penyebab Rupiah Finis di Zona Hijau Pekan Lalu
A A Ukuran Teks16px

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan pekan lalu. Penguatan tersebut didorong oleh pelemahan dolar AS secara global.

Rupiah menguat 0,22% ke posisi Rp17.954 per dolar AS. Penguatan ini terjadi setelah bank sentral AS (The Fed) memberikan sinyal dovish.

Indeks dolar AS terhadap mata uang utama melemah 0,13% ke level 100,72. Pelemahan ini turut mendorong penguatan hampir semua mata uang Asia.

Won Korea Selatan dan baht Thailand mencatat penguatan paling tajam. Disusul ringgit Malaysia, rupiah, peso Filipina, dolar Singapura, yen Jepang, dan rupee India.

Sementara itu, yuan offshore dan yuan China menguat terbatas. Sebaliknya, dolar Taiwan dan dolar Hong Kong justru melemah tipis.

Sentimen dovish The Fed pada Jumat (3/7/2026) menjadi katalis utama penguatan mata uang Asia.

Pelaku pasar kembali meningkatkan ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

Meski demikian, penguatan rupiah kali ini belum sepenuhnya mencerminkan perbaikan fundamental domestik. Pergerakan rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal, yaitu pelemahan dolar AS.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru