PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat transformasi bisnis sekaligus mempertegas perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan di bawah supervisi Danantara.
Dengan fundamental keuangan yang solid, perseroan berkomitmen menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, pemegang saham, dan negara melalui langkah strategis yang mendukung pembangunan nasional.
>>> Mengenal Fredik Rysa Samuel, Pengendara Ninja yang Viral Usai Kasus Penganiayaan
Kinerja positif sepanjang 2025 menjadi fondasi bagi BRI untuk melanjutkan agenda transformasi dan mempertahankan kontribusi kepada negara.
Perseroan membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dividen Terbesar Sepanjang Sejarah
Komitmen tersebut tercermin dalam keputusan RUPST Tahun 2026 yang menetapkan pembagian dividen tunai Tahun Buku 2025 sebesar Rp52,1 triliun atau setara Rp346 per saham.
Nilai tersebut menjadi pembagian dividen terbesar sepanjang sejarah BRI.
Besaran dividen berasal dari laba tahun berjalan konsolidasian per 31 Desember 2025 sebesar Rp57,132 triliun, dengan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp56,65 triliun.
Capaian ini kembali menempatkan BRI sebagai salah satu penyumbang dividen terbesar kepada negara dan mencerminkan kemampuan perseroan menjaga profitabilitas secara berkelanjutan.
Kinerja Positif Berlanjut di Awal 2026
Memasuki awal 2026, kinerja positif masih terus berlanjut.
Pada Triwulan I 2026, BRI membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun, tumbuh 13,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi intermediasi, penyaluran kredit meningkat menjadi Rp1.562 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan.
Dana Pihak Ketiga juga naik menjadi Rp1.555 triliun, tumbuh 9,4 persen dibandingkan Triwulan I 2025.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan bahwa keberadaan Danantara menjadi momentum penting bagi perseroan untuk mempercepat transformasi dan memperkuat kontribusi terhadap agenda pembangunan nasional.
