Ribuan pelayat berbaju hitam memadati ibu kota Iran, Teheran, pada Senin (6/7) untuk mengikuti prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Kerumunan besar terlihat dari Alun-Alun Azadi hingga beberapa kilometer di sepanjang jalan utama. Banyak di antara mereka membawa spanduk dan meneriakkan kematian bagi Presiden AS Donald Trump.
>>> Pengendara Aerox Tewas Usai Oleng di Bundaran Patung Kuda
Peti jenazah Khamenei yang dibalut bendera, bersama peti anggota keluarganya yang tewas dalam serangan udara pada 28 Februari, diletakkan di atas truk yang dihias menyerupai kisi-kisi makam seorang imam.
Gambar helikopter yang disiarkan televisi pemerintah Iran menunjukkan lautan manusia dari Alun-Alun Azadi hingga jalan multilane dengan nama yang sama.
Jumlah massa tampak lebih besar daripada prosesi pemakaman Jenderal Qassem Soleimani pada 2020 yang dihadiri lebih dari 1 juta orang.
Otoritas belum memberikan hitungan resmi jumlah pelayat. Namun, petugas menggunakan pengeras suara untuk mengimbau masyarakat berjalan perlahan, tidak mendorong, dan tetap di tepi jalan.
Sejumlah pelayat melemparkan syal dan barang-barang lain agar petugas dapat menyentuhkannya ke peti jenazah, praktik umum di Iran yang dianggap sebagai berkah.
Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air untuk mendinginkan massa di tengah cuaca panas.
Seruan Balas Dendam Menguat
Sepanjang prosesi, seruan untuk membalas kematian Khamenei semakin keras. Banyak pelayat membawa spanduk yang menyerukan pembunuhan Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Satu boneka Trump terlihat digantung di sepanjang rute.
"Hari ini kami di sini untuk pemakaman pemimpin kami, ini hari yang sangat berat," kata pelayat Fatima Hassan.
>>> 5 CCTV Terbaik yang Bisa Dipantau Lewat HP, Harga Mulai Rp200 Ribuan

