"Kami di sini bukan untuk mengucapkan selamat tinggal, tapi untuk balas dendam. Dan kami akan membalas dendam."
Otoritas federal AS telah melacak ancaman Iran terhadap Trump dan pejabat administrasi lainnya selama bertahun-tahun, yang berakar pada perintah Trump membunuh Soleimani pada 2020.
Iran berulang kali membantah merencanakan pembunuhan Trump, meskipun propaganda garis keras telah lama mengisyaratkan Trump menjadi sasaran.
Negosiasi Perang Masih Tertunda
AS sendiri ingin melanjutkan negosiasi dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, menghentikan program nuklir yang disengketakan, dan mencapai akhir permanen perang.
Pembicaraan tampaknya ditunda hingga setelah pemakaman.
Pemakaman ini juga menjadi ajang unjuk kekuatan saat Iran menuntut kendali atas selat vital energi global yang ditutup selama perang.
AS menolak tuntutan tersebut, dan kedua pihak masih terpecah dalam isu-isu kunci lainnya, termasuk program nuklir Iran dan konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.
Peti jenazah akan dibawa melalui jalan-jalan Teheran dalam perjalanan 12 jam menuju Bandara Internasional Mehrabad, kata Jenderal Garda Revolusi Hasan Hasanzadeh yang mengawasi prosesi.
Otoritas telah menutup jalan, wilayah udara, dan aktivitas sehari-hari selama masa berkabung yang dimulai Sabtu dan berakhir Kamis saat Khamenei dimakamkan di Makam Imam Reza di Mashhad, tempat kelahirannya.
>>> Menakar Prospek Saham Antam, Analis Soroti Lonjakan Laba Bersih
Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, sejauh ini belum muncul dalam upacara pemakaman. Ia diyakini bersembunyi setelah dilaporkan terluka dalam serangan udara yang menewaskan ayahnya.
