Iran memulai prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Teheran pada Senin, 6 Juli.
Jenazah Khamenei beserta keluarganya yang tewas dalam serangan udara pada 28 Februari dibawa dengan truk melintasi ibu kota.
>>> Cara Nonton Perempat Final Piala Dunia 2026: Live Streaming Maroko vs Perancis
Prosesi dimulai dari Lapangan Revolusi Islam menuju Bandara Internasional Mehrabad.
Otoritas Iran menutup jalan, wilayah udara, dan aktivitas sehari-hari selama masa berkabung yang berlangsung sejak Sabtu hingga Kamis.
Khamenei yang berusia 86 tahun akan dimakamkan di kompleks makam Imam Reza di Mashhad, kota kelahirannya.
Ribuan pelayat berkumpul di lapangan, meneriakkan slogan dan membawa spanduk yang menyerukan balas dendam.
Ancaman Balas Dendam dan Negosiasi AS
Para pelayat menyerukan pembunuhan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
>>> Diskon Harga LNG Dinilai Ancam Investasi Hulu Migas
Otoritas federal AS telah memantau ancaman Iran terhadap Trump selama bertahun-tahun sejak pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani pada 2020.
Sementara itu, AS terus melanjutkan negosiasi dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, mengakhiri program nuklir, dan mencapai perdamaian permanen.
Pembicaraan diperkirakan tertunda hingga setelah pemakaman.
Seorang pelayat bernama Fatima Hassan mengatakan, "Hari ini kami di sini untuk pemakaman pemimpin kami, ini hari yang berat.
>>> IHSG Dibuka Menguat, Ikuti Tren Positif Bursa Asia
Kami di sini bukan untuk mengucapkan selamat tinggal, tetapi untuk balas dendam. Dan kami akan membalas dendam."

