unique visitors counter
⌂ Beranda News Pengadilan Impeachment Filipina Mulai Sidang Wakil Presiden Sara Duterte

Pengadilan Impeachment Filipina Mulai Sidang Wakil Presiden Sara Duterte

Pengadilan Impeachment Filipina Mulai Sidang Wakil Presiden Sara Duterte
Ilustrasi: Pengadilan Impeachment Filipina Mulai Sidang Wakil Presiden Sara Duterte
A A Ukuran Teks16px

Senat Filipina, yang bertindak sebagai pengadilan impeachment, akan memulai sidang terhadap Wakil Presiden Sara Duterte pada Senin (7/7).

Sidang ini menjadi momen politik yang penuh ketegangan di tengah perseteruan sengit antara Duterte dan Presiden Ferdinand Marcos Jr.

>>> Harga Emas Antam 6 Juli 2026 Stabil di Rp2.670.000 per Gram

Lebih dari 6.000 personel polisi, termasuk pasukan anti-kerusuhan, dikerahkan untuk mengamankan gedung Senat. Aksi unjuk rasa dari pendukung dan penentang Duterte diperkirakan akan terjadi.

Duterte atau pengacaranya dapat hadir pada awal persidangan yang direncanakan berlangsung selama 92 hari.

Jika terbukti bersalah atas tuduhan, termasuk memperkaya diri secara tidak sah dan mengancam akan membunuh presiden, Duterte bisa dilarang secara permanen menduduki jabatan publik.

in2

Wakil presiden membantah semua tuduhan.

Vonis bersalah akan menjadi pukulan telak bagi rencananya untuk maju sebagai presiden pada pertengahan 2028, setelah masa jabatan Marcos berakhir.

Latar Belakang Politik

Duterte dan Marcos adalah pasangan calon dalam pemilu 2022, bersatu dalam aliansi yang menggabungkan kekuatan dua dinasti politik terkuat di Filipina.

Namun, aliansi itu cepat runtuh.

Wakil presiden adalah putri mantan Presiden Rodrigo Duterte, yang ditangkap atas perintah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) tahun lalu dan diterbangkan ke Den Haag.

Ia ditahan dan dijadwalkan diadili atas kejahatan terhadap kemanusiaan terkait perang brutal melawan narkoba yang menewaskan ribuan orang.

>>> Lirik Lagu Tulus Teh Hijau dan Maknanya, Single Terbaru yang Viral

Sara Duterte menyalahkan Marcos atas penangkapan dan penyerahan ayahnya ke ICC. Marcos dan keluarga Duterte memiliki kecenderungan geopolitik yang bertolak belakang.

Marcos memperluas kerja sama pertahanan dengan AS, sekutu traktatnya, sementara Rodrigo Duterte menjalin hubungan erat dengan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot