Bank Dunia menaikkan status Vietnam dan Filipina menjadi negara berpendapatan menengah ke atas (upper-middle income).
Kenaikan status ini mencerminkan ekspansi ekonomi yang pesat selama bertahun-tahun di kedua negara.
>>> Daftar Harga Samsung Galaxy A Series Terbaru 2026, Ini Perbedaan Galaxy A17 5G hingga Galaxy A56 5G
Perubahan tersebut berpotensi memperkuat keyakinan investor terhadap Vietnam dan Filipina.
Berdasarkan rilis resmi Bank Dunia pada Rabu (1/7), lima kekuatan ekonomi utama di Asia Tenggara kini telah berada di jajaran kelompok pendapatan menengah ke atas atau lebih tinggi.
Kelima negara itu meliputi Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Vietnam sebelumnya berada dalam kategori berpendapatan menengah ke bawah sejak 2009.
>>> BNI Perkuat Budaya Layanan melalui Program CX100 Danantara
Sementara Filipina tertahan di level yang sama sejak akhir dekade 1980-an.
Bank Dunia menyebut model pertumbuhan berbasis ekspor menjadi motor penggerak utama bagi Vietnam.
Untuk Filipina, kenaikan status ini didorong oleh ekspansi ekonomi yang merata di berbagai lini.
>>> 4 Supertanker Saudi Bawa 8 Juta Barel Minyak Keluar dari Teluk Persia
"Hal ini mencerminkan pertumbuhan di semua industri utama, bukan lonjakan di satu sektor saja, melainkan sebuah pergeseran menyeluruh di seluruh aspek ekonomi," tulis Bank Dunia.
