Wakil presiden juga dikritik karena tidak mengutuk serangan China terhadap nelayan Filipina di Laut China Selatan.
Proses Impeachment
Bulan lalu, Dewan Perwakilan Rakyat yang didominasi sekutu Marcos memilih untuk memakzulkan wakil presiden.
Tuduhan meliputi kekayaan tidak sah, penyalahgunaan dana negara rahasia, dan ancaman pembunuhan terhadap presiden, istri presiden, serta mantan ketua DPR.
Duterte umumnya membantah tuduhan tersebut, tetapi menolak memberikan jawaban rinci di depan publik. Pendukungnya menuduh Marcos dan pembantunya melakukan penganiayaan politik.
Untuk memvonis wakil presiden, diperlukan dua pertiga suara dari 24 anggota Senat, atau 16 suara. Senator Jinggoy Estrada, yang mendukung keluarga Duterte, ditahan bulan lalu atas tuduhan korupsi.
Senator pro-Duterte lainnya, Rodante Marcoleta, menghadapi kemungkinan penangkapan atas tuduhan serupa.
>>> DPR Dukung Perpres yang Masukkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter
Senator Ronald dela Rosa, yang juga pro-Duterte, bersembunyi setelah ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terkait pembunuhan era Duterte.
