Rusia melancarkan serangan rudal dan drone ke Kyiv pada Senin dini hari, menewaskan sedikitnya 10 orang, menurut otoritas setempat.
Sebanyak 46 orang lainnya dilaporkan terluka. Tim penyelamat masih mencari korban di reruntuhan gedung apartemen yang terkena serangan langsung.
>>> BRI Perkuat Transformasi dan Ekonomi Kerakyatan dengan Kinerja Solid
Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko, mengatakan sebuah gedung apartemen di distrik Podilskyi ambruk sebagian.
Sementara itu, di distrik Darnytsia, beberapa gedung bertingkat rusak dan diduga ada orang terjebak di bawah puing.
"Ini adalah gedung tempat tinggal. Tempat orang tidur dan menjalani kehidupan biasa," tulis Tkachenko di Telegram.
Serangan menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone secara bergelombang. Ledakan terdengar di seluruh kota, dan warga berlindung di stasiun metro.
>>> RI Impor 6 Juta Ton Bijih Nikel Filipina hingga Mei, Naik 116%
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelumnya telah memperingatkan akan adanya serangan besar Rusia lainnya.
Serangan Senin terjadi beberapa hari setelah serangan gabungan Rusia menewaskan 31 orang di Kyiv pekan lalu.
Zelenskyy kembali menyerukan mitra Barat untuk memperkuat pertahanan udara Ukraina, terutama dengan memasok lebih banyak rudal Patriot.
>>> Mengenal Fredik Rysa Samuel, Pengendara Ninja yang Viral Usai Kasus Penganiayaan
Ia mengatakan kegagalan mengisi kembali persediaan hanya akan mendorong Rusia memperpanjang perang yang telah berlangsung empat tahun.
