unique visitors counter
⌂ Beranda News China Uji Coba Rudal Balistik di Zona Bebas Nuklir Pasifik Selatan

China Uji Coba Rudal Balistik di Zona Bebas Nuklir Pasifik Selatan

China Uji Coba Rudal Balistik di Zona Bebas Nuklir Pasifik Selatan
Ilustrasi: China Uji Coba Rudal Balistik di Zona Bebas Nuklir Pasifik Selatan
A A Ukuran Teks16px

Angkatan laut China meluncurkan rudal balistik jarak jauh dari salah satu kapal selam bertenaga nuklirnya di Pasifik Selatan pada Senin (6/7).

Langkah langka ini menuai protes dan kekhawatiran dari sejumlah negara di kawasan.

>>> Jangan Panik Saat Harga Saham Turun, Ini Alasannya

Peluncuran dilakukan pada pukul 12.01 waktu setempat dengan membawa hulu ledak palsu, demikian dilaporkan kantor berita resmi Xinhua.

China sebelumnya melakukan uji coba rudal serupa di Pasifik dua tahun lalu, yang merupakan pertama kalinya sejak 1980.

Xinhua menyatakan bahwa peluncuran tersebut merupakan bagian dari latihan tahunan rutin, mematuhi hukum dan praktik internasional, serta tidak ditujukan terhadap negara atau target mana pun.

in2

Pernyataan itu juga diunggah ulang oleh Kementerian Pertahanan China.

Uji coba pada 2024 lalu dinilai sebagai penegasan status China sebagai negara adidaya yang sedang tumbuh, serupa dengan uji coba rudal balistik yang dilakukan Amerika Serikat.

Protes dari Australia, Jepang, dan Selandia Baru

Australia, Jepang, dan Selandia Baru mengkritik peluncuran tersebut.

Pemerintah Selandia Baru menyatakan diberi tahu beberapa jam sebelumnya dan mencatat bahwa rudal ditembakkan ke Zona Bebas Nuklir Pasifik Selatan.

Zona bebas nuklir itu dibentuk oleh Traktat Rarotonga 1986 yang melarang senjata nuklir di seluruh kawasan.

>>> Kebiasaan yang Dilakukan Hampir Semua Pengguna Smartphone Setelah Bangun Tidur

China telah meratifikasi protokol pada 1987 yang berjanji tidak menguji senjata nuklir di dalam zona tersebut.

Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters mengatakan kepada Associated Press bahwa meskipun kekhawatiran sudah lama disampaikan, China tetap melakukan uji coba dalam hitungan jam setelah memberi tahu.

Peluncuran itu terjadi pada hari yang sama saat Australia dan Fiji menandatangani perjanjian pertahanan bersama baru yang dimaksudkan untuk melawan pengaruh China di Pasifik.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot