Indonesia mencatat lonjakan impor bijih nikel dari Filipina sepanjang Januari hingga Mei 2026.
Volume impor mencapai 6,02 juta ton, naik 116,8% secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 2,78 juta ton.
>>> Mengenal Fredik Rysa Samuel, Pengendara Ninja yang Viral Usai Kasus Penganiayaan
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa impor bijih nikel dan konsentrat dengan kode HS 26040000 paling banyak masuk ke wilayah Weda, Maluku Utara.
Volume yang tercatat mencapai sekitar 3,69 juta ton.
>>> Harga Patokan Baru, Penambang Nikel Sulit Jual ke Smelter
Selain Weda, impor bijih nikel dari Filipina juga masuk ke beberapa wilayah lain.
>>> BRIDS Overweight Saham Bank, Soroti Pertumbuhan Kredit Investasi
Morowali menerima sekitar 852.651 ton, Kendari sebanyak 817.751 ton, dan Kolonodale sebesar 656.551 ton selama periode Januari hingga Mei 2026.
