Intel mengonfirmasi kenaikan harga selektif pada sejumlah prosesor konsumen dan server. Langkah ini dipicu oleh meningkatnya biaya rantai pasok dan perubahan kondisi pasar.
Pada 6 Juli, Intel mengumumkan hal tersebut kepada media. Perusahaan menyatakan terus memantau biaya dan permintaan.
>>> Vivo X300e Kantongi Sertifikasi 3C, Peluncuran Segera
Kenaikan harga tidak bersifat menyeluruh, melainkan terfokus pada model kelas atas.
Di sisi server, beberapa prosesor Xeon naik 7 hingga 12 persen. Beberapa SKU premium bahkan mengalami lonjakan hingga ratusan atau ribuan dolar.
Namun, chip server entry-level sebagian besar tetap stabil.
Dampak pada Prosesor Desktop
Untuk pengguna desktop, dampaknya jauh lebih kecil.
Beberapa model Core Ultra 200-series "Plus", seperti Core Ultra 7 270K Plus dan Core Ultra 5 250K Plus, mengalami kenaikan sebesar 30 hingga 50 dolar AS.
Prosesor berbasis Arrow Lake ini awalnya dirancang sebagai opsi nilai yang solid. Namun, keterbatasan pasokan dan kenaikan biaya komponen memaksa penyesuaian harga.
>>> Xiaomi Luncurkan Mijia Desktop Photo Printer 2 dengan Bluetooth dan Cetak 4 Warna
Sebagian besar chip Arrow Lake lainnya dan lini produk Intel lainnya tidak berubah.
Kenaikan harga ini terjadi saat harga memori DRAM dan NAND Flash terus meningkat.
Akibatnya, permintaan terhadap platform DDR4 yang lebih terjangkau kembali naik, sementara standar memori baru menghadapi kelangkaan.
Intel dilaporkan juga meningkatkan produksi prosesor Core generasi ke-10 hingga ke-14. Hal ini merupakan respons terhadap lonjakan permintaan perangkat keras yang kompatibel dengan DDR4 dan lebih terjangkau.
Perusahaan tampak berhati-hati setelah kegagalan di masa lalu. Intel berusaha melindungi laba tanpa kehilangan pangsa pasar dari AMD dan pesaing lainnya.
>>> Insta360 X6 Kamera 360 Derajat Mendekati Peluncuran dengan Sertifikasi FCC
Kenaikan harga ini akan paling terasa bagi para penggemar dan pembeli pusat data.
