PANDEGLANG – Selama 19 tahun, Siti Lutfiah hanya terbaring di tempat tidur di rumah sederhananya di Kampung Kubang, Desa Mekarwangi, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Anak berkebutuhan khusus ini mengalami gangguan perkembangan sejak masih bayi. Kondisinya diperparah dengan keterbatasan ekonomi keluarga.
>>> Penghargaan Global Jadi Bukti Transformasi Beyond Mortgage BTN
Kepesertaan BPJS Kesehatan milik Siti sudah tidak aktif. Akibatnya, biaya pengobatan harus ditanggung secara mandiri.
Siti merupakan putri ketiga pasangan Sudisman dan Anawiyah. Menurut sang ibu, kondisi putrinya mulai berubah setelah mengalami kejang disertai demam tinggi saat kecil.
Sejak itu, kesehatan Siti terus menurun hingga mengalami keterbatasan mental dan tidak mampu berkomunikasi.
"Seluruh aktivitas sehari-harinya pun masih bergantung sepenuhnya kepada kedua orang tua," ungkap Anawiyah kepada Poskota, Senin 6 Juli 2026.
>>> Di Balik Saham COCO Melonjak 126% Sepekan
Anawiyah mengaku merawat putrinya bukan perkara mudah. Selain membutuhkan perawatan penuh, Siti juga memiliki kebiasaan tidak mau mengenakan pakaian.
"Kalau dipaksa pakai baju suka enggak betah, garuk-garuk terus. Nanti juga dilepas sendiri," katanya.
Kondisi keluarga semakin memprihatinkan karena mereka tinggal di rumah panggung yang sederhana.
>>> Kuasa Hukum Ahli Waris Arjuna HyperBowling Ngaku Diteror Drone Jatuhkan Benda Mirip Granat
Saat Siti sempat mengalami sakit parah, keluarga tidak bisa memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan karena kepesertaannya tidak aktif.
