unique visitors counter
⌂ Beranda News BRI Perkuat Transformasi dan Ekonomi Kerakyatan dengan Kinerja Solid

BRI Perkuat Transformasi dan Ekonomi Kerakyatan dengan Kinerja Solid

BRI Perkuat Transformasi dan Ekonomi Kerakyatan dengan Kinerja Solid
Ilustrasi: BRI Perkuat Transformasi dan Ekonomi Kerakyatan dengan Kinerja Solid
A A Ukuran Teks16px

“BRI akan terus melanjutkan transformasi dengan bertumpu pada fundamental yang kuat, penguatan bisnis inti, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru,” ujar Hery.

“Kami ingin memastikan pertumbuhan Perseroan tidak hanya tercermin pada kinerja keuangan, tetapi juga pada kontribusi nyata dalam pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi kerakyatan, dan penciptaan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Sebagai bagian dari transformasi, BRI menjalankan program BRIVolution Reignite yang difokuskan pada penguatan struktur pendanaan, peningkatan efisiensi operasional, percepatan digitalisasi, pengembangan bisnis inti, hingga penciptaan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan.

Transformasi juga diperkuat melalui peluncuran identitas korporasi baru atau Corporate Rebranding BRI pada Desember 2025, bertepatan dengan hari jadi ke-130 perseroan.

>>> Harga Patokan Baru, Penambang Nikel Sulit Jual ke Smelter

“Melalui inisiatif corporate rebranding, BRI menghadirkan identitas yang lebih modern, universal, inklusif, dan relevan bagi seluruh masyarakat Indonesia, tanpa meninggalkan nilai-nilai utama berupa DNA keberpihakan kepada rakyat, pemberdayaan UMKM, serta peran strategis sebagai agent of development,” ujar Hery.

in2

Dari sisi pendanaan, rasio Current Account Saving Account (CASA) meningkat menjadi 68,07 persen setelah nilai CASA mencapai Rp1.058,6 triliun pada Triwulan I 2026.

Perbaikan struktur dana murah tersebut mendorong penurunan cost of fund menjadi 2,3 persen dari sebelumnya 3 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Efisiensi pendanaan didukung meningkatnya transaksi melalui BRImo, Qlola by BRI, Business Merchant, serta layanan QRIS BRI.

BRI juga mempertahankan perannya sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar di Indonesia.

Hingga Mei 2026, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp84,36 triliun atau sekitar 46,87 persen dari total alokasi sebesar Rp180 triliun.

Sebagian besar pembiayaan disalurkan ke sektor produktif dengan porsi lebih dari 67 persen, dan sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan nilai Rp35,91 triliun.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot