unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Film Sci-Fi Termahal Korea 'Hope' Siap Tayang di Bioskop Setelah Cannes

Film Sci-Fi Termahal Korea 'Hope' Siap Tayang di Bioskop Setelah Cannes

Film Sci-Fi Termahal Korea 'Hope' Siap Tayang di Bioskop Setelah Cannes
Ilustrasi: Film Sci-Fi Termahal Korea 'Hope' Siap Tayang di Bioskop Setelah Cannes
A A Ukuran Teks16px

Sutradara Na Hong-jin mengungkapkan bahwa film fiksi ilmiah terbarunya, "Hope," telah melalui beberapa perubahan setelah pemutaran perdana di Festival Film Cannes pada Mei lalu.

"Film ini mengalami beberapa perubahan sejak penayangan di Cannes," kata Na dalam konferensi pers setelah pemutaran perdana di Seoul, Senin.

>>> KPop Demon Hunters Gelar Acara Sing-Along di Jakarta 11 Juli

"Jika Anda menonton film di Cannes, sekitar lima menit rekaman telah dihapus.

Pada saat yang sama, sekitar tiga hingga empat menit adegan baru ditambahkan, sehingga durasi akhir menjadi versi yang sedikit berbeda," jelasnya.

Sinopsis dan Pemain

"Hope" mengikuti kisah Beom-seok (diperankan Hwang Jung-min), seorang kepala pos pelabuhan di kota kecil di Zona Demiliterisasi, yang membuat seluruh desa waspada setelah menerima laporan penampakan harimau dari pemuda setempat.

in2

Film ini dibintangi oleh aktor Korea Hwang Jung-min, Zo In-sung, dan Jung Ho-yeon, serta bintang Hollywood Michael Fassbender, Alicia Vikander, Taylor Russell, dan Cameron Britton.

Dengan anggaran produksi sekitar 70 miliar won (setara Rp 800 miliar), "Hope" menjadi proyek sinematik termahal dalam sejarah Korea Selatan.

Ini juga menandai film pertama Na dalam satu dekade sejak film horornya yang mendapat pujian kritis, "The Wailing" (2016).

Pendekatan Kekerasan yang Berbeda

Na menjelaskan bahwa meskipun filmnya penuh aksi dan penggunaan senjata api, ia sengaja menurunkan tingkat kekerasan grafis dibandingkan film-film sebelumnya.

"Saya ingin membuat film dengan tingkat kekerasan yang jauh lebih rendah dari karya saya sebelumnya," ujar Na.

"Meskipun senjata api bisa dianggap sebagai senjata yang lebih brutal, saya menyadari bahwa senjata api sebenarnya bisa digunakan untuk mengekspresikan cerita secara efektif tanpa terlalu grafis, itulah sebabnya saya merancang aksi dengan senjata api sejak awal," tambahnya.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot